Tantangan Pemprov DKI, Selesaikan JPO Akhir Tahun

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, menuturkan, revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Bundaran Senayan ditargetkan bakal rampung pada akhir tahun 2018. Hal itu, memang menjadi tantangan bagi Pemprov DKI.

“Mereka sedang finalisasi yang di depan ratu plaza itu. Mudah-mudahan kalau tidak ada halangan akhir tahun sudah bisa selesai semuanya. Kalau persentasenya,  tadi malam saya diceritakan sekitar 80 persen,” ujar Anies di Kawasan Pantai Maju, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (23/12/2018).

Anies mengatakan, tahap pengerjaan JPO tersebut sudah masuk tahap akhir. Para petugas sudah dapat menaiki jembatan tersebut, namun belum aman untuk dibuka bagi masyarakat.

“Tetapi, pengerjaannya memang sekarang tinggal finishing sebetulnya. Kita sudah bisa naik ke atas, sudah bisa jalan, sudah bisa digunakan. Tapi belum aman,” ucapnya.

Selain itu, Anies melanjutkan, petugas juga tengah mengerjakan pemindahan lift JPO yang mengganggu lalu lintas pejalan kaki.

“Lift belum. Lift kita minta untuk dipindahkan lokasinya. Karena mengganggu pedestrian,  mengganggu lalu lintas pejalan kaki.  Jadi lift jelas tidak akan bisa selesai di bulan Desember. Tetapi konstruksi umumnya sudah selesai semua,” jelasnya.

Sedangkan pembongkaran JPO Tosari yang targetnya rampung pada hari ini, rupanya masih belum tuntas.

“Tosari mudah-mudahan bisa tuntas, tapi yang penting bagi Tosari itu adalah warganya sudah bisa menggunakan pelican crossing,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta itu menyampaikan untuk selalu mementingkan keamanan, jangan terlalu terburu-buru. Lantaran alat yang ada menggunakan beban berat beton yang masih belum seimbang. Sehingga perlu diperhatikan betul untuk menghindari kecelakaan dalam bekerja maupun penggunaan jalan.

“Kemarin saya sampaikan jangan buru-buru kalau soal safety tidak aman. Malam itu mereka mau menurunkan semuanya. Saya hadir di situ, kita bicara. Alat-alat yang digunakan dengan beban berat beton itu masih tidak seimbang. Sehingga, lakukan sampai betul,” imbuhnya.

Anies mengatakan, dirinya mengimbau kepada para pekerja tidak tergesa-gesa dalam melakukan pekerjaan. Dia mengatakan, dalam pekerjaan tersebut melibatkan banyak alat berat sehingga keselamatan harus menjadi hal utama yang perlu diperhatikan.

“Jangan sampai beban begitu berat, crane kapasitas terbatas, lalu muncul musibah. Jadi yang penting nomor satu keamanan kedua keamanan ketiga keamanan,” tandasnya.

Sebelumnya, Anies menyatakan, pembongkaran JPO Tosari akan rampung dalam waktu 2 hingga 3 hari. Namun target tersebut harus molor demi alasan keamanan.

“Belum. Karena, ternyata perhitungan mereka soal beban itu berbeda. Ini saya sampaikan, ini berbeda dengan kita membangun sesuatu. Ini menurunkan,” tuturnya.

Seperti diketahui, pemprov DKI tengah melakukan revitalisasi terhadap tiga JPO yakni JPO Bundaran Senayan, JPO Polda Metro Jaya, dan JPO di dekat Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Ketiga JPO tersebut akan dilengkapi fasilitas lift dan kamera CCTV.

JPO Tosari menjadi salah satu JPO yang dibongkar Pemprov DKI Jakarta sehingga tidak menghalangi pandangan ke arah Tugu Selamat Datang di Bundaran HI dan diganti dengan penyeberangan pelican crossing yang lebih ramah pejalan kaki.

Lihat juga...