Tekan Karbondioksida, DLH Balikpapan Imbau Warga Tak Bakar Sampah

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan Suryanto. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Dinas Lingkungan Kota Balikpapan minta kepada warga untuk tidak membakar sampah. Hal itu dilakukan untuk mewaspadai perubahan cuaca dimana pada beberapa bulan terakhir cuaca ekstrem kerap terjadi.

Tidak hanya mewaspadai cuaca ekstrem, aktivitas membakar sampah juga dapat menyebabkan bertambahnya karbondioksida (Co2) yang mengakibatkan lapisan ozon semakin menipis.

“Waspada pada cuaca ekstrem itu dengan mengurangi produksi Co2. Hal itu tentu menyikapi kondisi yang terjadi yang kita rasakan saat ini adanya perubahan iklim seperti pagi dingin, siang panas kemudian sorenya hujan dengan intensitas tinggi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, Rabu (12/12/2018).

Untuk mengurangi polusi udara, Pemerintah Kota Balikpapan mengkampanyekan konsep eco mobility. Apalagi asap kendaraan juga menghasilkan gas pembuangan yang berbahaya untuk kesehatan manusia.

“Konsep eco mobility dengan mengajak masyarakat untuk tidak membakar sampah, berjalan kaki dan bersepeda,” terang mantan Kepala Bappeda Balikpapan.

Menurut Suryanto, pengurangan Co2 di Kaltim sudah sekitar 31 persen. Dengan mengurangi Co2 akan berdampak positif pada perubahan iklim dan lingkungan sekitar,.

Ia juga mengharapkan masyarakat dapat mendukung dan mampu bertahan sekaligus menyesuaikan dengan perubahan iklim.

“Kalau bahasa lingkungan beradaptasi dan resilient dengan perubahan iklim,” ujarnya.

Dia menambahkan apabila hanya diam dan tidak berbuat dengan perubahan iklim yang terjadi maka ancaman longsor, angin puting beliung, banjir, dan dampak cuaca ekstrem lainnya dirasakan masyarakat.

“Mari kita kampanyekan gerakan berjalan kaki atau bersepeda tanpa bahan bakar fosil. Gerakan menanam pohon di sekitar kita,” ajak Suryanto.

Lihat juga...