Terapi Lintah, Alternatif Penyembuhan Sejumlah Penyakit

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Keberadaan sistem pengobatan modern untuk kesehatan tidak membuat sistem pengobatan tradisional ditinggalkan orang.

Hindarsono Susantio (56) salah satu ahli terapi lintah atau dikenal dengan Hirudoterapi menyebut, terapi lintah telah dilakukan olehnya selama bertahun tahun.

Lintah (Hirudi medicinialis) disebut Hindar, demikian ia akrab disapa, sudah kerap digunakan sebagai solusi pengobatan selama ratusan tahun silam.

Hindarsono Susantio melakukan terapi lintah pada Matius Suprianto yang mengalami gangguan pada bagian pinggang – Foto: Henk Widi

Hindar menyebut, terapi lintah memiliki manfaat membersihkan dan menyerap zat kimia berbahaya bagi tubuh. Saliva atau air liur lintah mengandung hirudin atau albumin yang sangat baik untuk penyembuhan luka dalam tubuh.

Selain itu, saliva lintah mengandung antikoagulan yang bisa menghancurkan sumbatan atau melembutkan pengerasan, pembengkakan dalam tubuh. Zat antifibrinogen dalam kandungan lintah berfungsi mengencerkan darah dan anti imfalamasi untuk menyembuhkan luka atau radang dalam tubuh.

“Selain itu terapi lintah atau Hirudoterapi memiliki fungsi sebagai cara detoksifikasi, mendorong aliran dan mencegah pembekuan pada darah pasien dengan beragam keluhan penyakit,” terang Hindarsono Susantio saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (7/12/2018).

Sistem pengobatan dengan lintah, menurut Hindarsono Susantio, kerap dilakukan dengan terapi secara berkelanjutan. Penderita atau pasien yang ingin berobat biasanya akan memberitahu sejumlah keluhan kepadanya.

Selama ini sejumlah pasien yang datang kepadanya merupakan pasien darah tinggi, diabetes melitus, terkena penyumbatan darah, plak jantung hingga syaraf terjepit. Beberapa pasien yang mengalami keluhan pada bagian tubuh, termasuk tumor.

Meski tidak membuka praktik khusus untuk terapi lintah tersebut, Hindarsono menyebut sejumlah pasien telah sembuh berkat terapi lintah. Laki-laki yang tinggal di Bumi Serpong Damai, Tangerang Banten tersebut bahkan mengaku, kerap diminta untuk melakukan terapi ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Saat ditemui Cendana News di Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, salah satu pasien bernama Titus Kuswanto tengah menjalani terapi lintah bersama Matius Suprianto.

Matius Suprianto yang mengalami syaraf kejepit di pinggang diterapi pada bagian pinggang. Sementara itu pasien bernama Titus Kuswanto mengalami pembengkakan di dagu yang menekan syaraf.

Proses terapi dilakukan dengan mempersiapkan beberapa ekor lintah dalam toples. Lintah yang akan digunakan untuk terapi biasanya akan dipuasakan atau tidak diberi makan selama beberapa waktu.

Lihat juga...