Terdakwa Suap Proyek di Lamsel Divonis 27 Bulan

Antikorupsi, ilustrasi -Dok: CDN

BANDARLAMPUNG – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung, memvonis Direktur PT Prabu Sungai Andalas, Gilang Ramadhan, selama dua tahun dan tiga bulan penjara, atau selama 27 bulan, serta denda sebesar Rp100 juta, subsider tiga bulan kurungan. Terdakwa Gilang disidangkan terkait kasus suap fee proyek di Kabupaten Lampung Selatan.

“Menjatuhkan kurungan penjara selama dua tahun dan tiga bulan. Selain itu, menjatuhkan denda sebesar Rp100 juta. Jika tidak bisa membayar, diganti dengan kurungan penjara selama tiga bulan,” kata ketua majelis hakim, Mien Trisnawaty, pada persidangan tersebut, Rabu (12/12/2018).

Menurut hakim ketua itu, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintah bersih dari korupsi.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan, mengakui dan telah mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp100 juta.

Mien menerangkan, perbuatan terdakwa telah melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 65 ayat (1).

Atas putusan itu, terdakwa bersama penasihat hukumnya, menyatakan pikir-pikir. Sementara, jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, JPU KPK menuntut Gilang Ramadhan dengan kurungan penjara selama tiga tahun, serta denda sebesar Rp200 juta subsider lima bulan kurungan penjara.

Gilang merupakan terdakwa atas kasus korupsi proyek infrastruktur di Lampung Selatan, yang ditangkap tangan KPK beberapa bulan silam, bersama Bupati (nonaktif) Lampung Selatan, Zainudin Hasan, dan beberapa orang lainnya. (Ant)

Lihat juga...