Tiga Dokter Korupsi di Riau, Dijerat Pasal Berlapis

PEKANBARU  – Jaksa Penuntut Umum menjerat tiga oknum dokter dan dua pihak swasta yang duduk sebagai pesakitan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dengan dakwaan pasal berlapis.

Berkas dakwaan itu dibacakan secara bergantian oleh empat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pekanbaru, pada sidang perdana di Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru terdiri dari Prawiranegara Putra, Nuraini Lubis, Oka Regina dan Astin Repelita.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata JPU di hadapan majelis hakim yang dipimpin Hakim Saut Martua Pasaribu dan hakim anggota Asep Koswara serta Hendri.

Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan bahwa perbuatan tiga oknum dokter masing-masing dr Welli Zulfikar, dr Kuswan Ambar Pamungkas dan drg Masrial serta dua terdakwa lainnya dari CV Prima Mustika Raya (PMR) Yuni Efrianti dan Mukhlis melakukan perbuatan melawan hukum secara bersama-sama.

Perbuatan melawan hukum itu diawali dengan membuat formulir instruksi pemberian obat (FIPO) dengan mencantumkan harga yang tidak sesuai dengan harga sebenarnya atau terjadi penggelembungan anggaran (mark up).

Harga tersebut, lanjut JPU, tidak sesuai dengan pengadaan alat kesehatan spesialistik Pelayanan Bedah Sentral di Staf Medis Fungsional RSUD Arifin Achmad tahun 2012 hingga 2013. Total terdapat 189 transaksi yang dilakukan ketiga terdakwa selama periode itu.

Lihat juga...