Tiga Persoalan Lingkungan, Komitmen Kabupaten Pesisir Selatan

Editor: Satmoko Budi Santoso

174

PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, akan tetap fokus menangani tiga isu strategis tentang lingkungan hidup yaitu masalah banjir, pengelolaan sampah dan pencemaran permukaan perairan, di tahun 2019.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pesisir Selatan, Nely Armida, mengatakan, Pemkab telah melakukan berbagai langkah dalam menjalankan kebijakan yang terkait tentang isu lingkungan hidup tersebut.

Adanya komitmen itu, mengingat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan setiap tahun memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang mempunyai leadership kuat menjaga lingkungan demi kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, dalam rangka memerangi sampah, pihaknya telah melakukan berbagai langkah seperti pengurangan pemakaian kantong plastik yang diganti dengan pemakaian keranjang plastik di pasar tradisional setiap kecamatan.

“Hal itu dilakukan, dengan cara membagikan sejumlah keranjang plastik kepada ibu-ibu yang berbelanja di sejumlah pasar tradisional,” katanya, Rabu (5/12/2018).

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut sesuai dengan kebijakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), untuk menjadikan Indonesia bebas sampah dalam waktu yang tidak terlalu lama yakni Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS).

Menurutnya, berbagai kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah pusat. Antara lain dengan mengeluarkan UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta PP Nomor 81 Tahun 2013 tentang Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga.

“Jika kita memiliki komitmen mengganti kantong kresek dengan keranjang plastik, maka secara berangsur akan mengurangi sampah di Pesisir Selatan,” ucapnya.

Upaya tersebut selain pemborosan, kantong kresek hanya dapat digunakan satu kali saja ketika pergi belanja ke pasar. Setelah itu dibuang dan menjadi sampah yang sangat lama terurai. Sedangkan keranjang plastik bisa kita gunakan sampai 2 tahun,” ungkapnya.

Sementara terkait persoalan banjir, Pemkab Pesisir Selatan akan melakukan normalisasi sungai Batang Lengayang di Kecamatan Lengayang pada 2019, sebagai upaya meminimalkan banjir di daerah tersebut.

“Sungai Batang Lengayang yang berbelok merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir, kami bakal menganggarkan Rp6 miliar untuk normalisasi,” kata Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni/Foto: M. Noli Hendra

Bupati mengatakan dalam pelaksanaannya, pihaknya akan membuat aliran sungai baru sepanjang 220 meter dengan luas sekitar 20 meter.

“Sebenarnya aliran yang akan dibuat merupakan aliran sungai lama namun sejak puluhan tahun terakhir sudah tidak dilewati air karena berbagai faktor,” sebutnya.

Dengan adanya pembuatan aliran  baru berbentuk sungai tidak lagi berbelok, diharapkan jika terjadi kenaikan intensitas, air sungai tidak lagi meluap hingga menyebabkan banjir.

Terkait pelaksanaan normalisasi pihaknya telah membuka pembicaraan dengan masyarakat pemilik lahan.

“Pemilik lahan menyambut rencana normalisasi dengan baik. Pegawai Dinas PSDA juga akan melanjutkan pengukuran areal yang akan dijadikan sebagai lokasi aliran sungai baru hari ini,” jelasnya.

Normalisasi sungai, lanjutnya, tidak hanya sebatas membuat aliran sungai baru saja. Namun bahu sungai akan diperkokoh dengan batu penahan tebing. Hal tersebut diperlukan sehingga tidak terjadi penggerusan daratan jika sewaktu-waktu intensitas aliran sungai meningkat.

“Selain untuk meminimalkan banjir, normalisasi juga untuk mengamankan jalan kabupaten yang berada persis di bantaran sungai,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...