Tiga Tahun, Sungai di Jakarta Tercemar Hingga 61 Persen

Editor: Satmoko Budi Santoso

188

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menuturkan, pada Agustus lalu pihaknya mendapatkan laporan sungai-sungai di Jakarta sudah tercemar hingga 61 persen selama tiga tahun terakhir. Menurut Anies, angka pencemaran sungai meningkat dua kali lipat.

“Tahun 2014 sungai di Jakarta yang tercemar berat 32 persen. Tahun 2018, 61 persen. Diperlukan sepanjang sejarah berdirinya Jakarta untuk sampai ke 32 persen, tetapi hanya perlu tiga tahun untuk membuatnya naik dua kali lipat,” ucap Anies di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

Kebijakan menertibkan sungai-sungai dan bantarannya, menurut Anies, dielu-elukan di media sosial. Padahal, hasil penertiban yang dipuji itu meninggalkan masalah pencemaran yang tak tertangkap dalam gambar.

Dia tidak akan berdiam diri. Orang nomor satu di Jakarta itu langsung memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta untuk melakukan mitigasi pencegahan peningkatan pencemaran sungai tersebut.

“LH diinstruksikan untuk lakukan mitigasi, nomor satu adalah mencegah percepatan polusi itu terjadi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dinas LH juga diperintahkan untuk mencari penyebab sungai di Jakarta menjadi sangat tercemar. Namun, Anies masih enggan mengungkapkan langkah penanganan yang ditempuh pihaknya.

“Apa pun sebabnya dicari, kemudian yang kedua kita bicara menurunkan, tapi kecepatannya begitu tinggi. Jadi harus ada langkah-langkah pencegahan untuk kecepatan yang meningkat seperti kemarin,” ujarnya.

Dipertegas soal penanaman enceng gondok sebagaimana yang dilakukan di sungai penghubung wilayah Sunter, Jakarta Utara, sebagai salah satu upaya menangkal tingkat polusi sungai, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini belum bersedia berkomentar.

“Nantilah enceng gondok,” katanya singkat.

Sebagaimana diketahui Pemerintah Kota Jakarta Utara menguji coba penanaman enceng gondok di sungai penghubung wilayah Sunter, Jakarta Utara.

Uji coba dilakukan demi memastikan manfaat enceng gondok dalam mengatasi sungai yang kotor dan bau.

“Persoalan salah satu sungai di Jakarta kan tidak jernih dan banyak partikel. Sekarang kita uji coba dulu di sungai penghubung Bisma, Sunter, Tanjung Priok,” ujar Kasatpel UPK Badan Air Jakarta Utara, Lambas Sigalingging, Senin (3/12).

Baca Juga
Lihat juga...