Timpora hingga Kecamatan Maksimalkan Pengawasan Orang Asing

Editor: Koko Triarko

258

MALANG – Dalam upaya meningkatkan pengawasan terhadap warga negara asing, seksi intelejen dan penindakan kantor Imigrasi Kelas 1 Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Malang, akan mengembangkan kembali pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) hingga ke tingkat Kecamatan.

Disampaikan Kasi Intelejen dan Penindakan Keimigrasian, Eko Julianto, saat ini memang sangat sulit untuk mendeteksi mobilisasi warga asing di Indonesia. Hal tersebut tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang memberikan kemudahan kepada warga negara asing untuk masuk, berada dan berkegiatan di wilayah Indonesia.

Dampaknya, banyak pelanggaran yang masih kerap dilakukan warga negara asing, sehingga terpaksa harus diberikan tindakan administratif keimigrasian, berupa pengenaan biaya beban, deportasi dan projustisia.

“Tapi, alhamdulillah kami selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, sehingga hal-hal tersebut bisa diminimalisir,” ujarnya, saat memberikan pemaparan capaian kinerja kantor Imigrasi kelas 1 TPI Malang, Jumat (28/12/2018).

Disebutkan, sepanjang 2018, seksi intelejen dan penindakan kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Malang telah memberikan penindakan administratif pengenaan biaya beban kepada 129 orang. Pada tahun yang sama, juga telah melaksanakan projustisia kepada 1 orang dan pendeportasian terhadap 13 orang warga negara asing.

“Untuk warga negara asing yang paling banyak kita kenakan tindakan administratif, antara lain Timor Leste 27 orang, Cina 16 orang, Yaman 15 orang, Malaysia 12 orang, Libya 11 orang, Amerika serikat 10 orang,” sebutnya.

Selain melakukan penindakan terhadap orang asing yang melakukan pelanggaran, menurut Eko, pihaknya juga melakukan pengawasan terhadap orang asing. Tugas tersebut tidak bisa dilakukan secara individu, karena cukup banyak instasi terkait di Indonesia, yang tugas pokok dan fungsinya juga berkaitan dengan pengawasan orang asing.

“Untuk itu pada 2019 nanti, kami dari seksi intelejen dan penindakan memiliki program untuk mengembangkan kembali pembentukan Timpora sampai ke Kecamatan,” terangnya.

Jika kemarin pembentukan Timpora hanya sampai tingkat Kabupaten atau Kotamadya yang melibatkan Kesbangpol, Polres dan Kodim, ke depan, Timpora akan dikembangkan hingga tingkat kecamatan. Sehingga, nantinya Camat, Lurah, RW, RT, Babinsa bisa bersama-sama melakukan pengawasan terhadap orang asing yang ada di lingkungannya.

“Nantinya Lurah, Camat, RT, RW, kemudian Babinsa, Bhabinkamtibmas itu yang akan kita jadikan anggota di wadah Timpora, yang kita rencanakan untuk dibentuk lagi pada 2019,” ungkapnya.

“Harapannya, jika pengawasan dibentuk hingga tingkatan terbawah, kita bisa mengetahui mobilisasi orang asing yang berada di wilayah kerja kantor Imigrasi Malang,” tandasnya.

Selain itu, tahun depan ada sebuah terobosan baru yang akan dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi,. yakni pengembangan QR Code, yang nantinya bisa diluncurkan di bandara atau di TPI di seluruh Indonesia.

“Jadi pada saat orang asing masuk ke Indonesia, di paspornya akan langsung ditempelkan QR Code, yang berfungsi untuk memudahkan para personel untuk melakukan identifikasi, dan mengetahui orang asing ini masuk ke Indonesia dari mana, tanggal berapa dan ke mana saja. Sehingga, bisa sedikit banyak memudahkan untuk mengontrol pergerakan orang asing,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Novianto Sulastono, menyebutkan jelang peringatan hari ulang tahun ke-69 Imigrasi, pihaknya akan melakukan pelayanan simpatik permohonan paspor pada hari Sabtu.

“Jadi, mulai Sabtu besok tanggal 29 Desember 2018 sampai dengan 19 Januari 2019, kami akan melakukan pelayanan simpatik permohon paspor yang bisa dilakukan pada hari Sabtu, secara nasional”, ucapnya.

Baca Juga
Lihat juga...