Tingkatkan Daya Saing, Generasi Milenial Harus Melek Ekonomi Digital

Editor: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, menyampaikan, saat ini Indonesia sedang memasuki era ekonomi digital sebagai solusi dalam meningkatkan daya saing nasional, terutama di sektor industri.

Terlebih lagi, kata Wagub yang juga akrab disapa Cok Ace, sektor industri menjadi andalan untuk mendorong pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Bali yang fokus utamanya adalah pengembangan pariwisata. Tidak hanya sekadar pengembangan hotel dan restoran, namun juga berbagai konsep tren masa kini, dapat dikembangkan.

“Untuk itu, generasi muda atau milenial diharapkan dapat memanfaatkan fungsi era ekonomi digital yang saat ini sedang berkembang,” ucap Cok Ace, saat menjadi Pembicara Utama sekaligus membuka acara Seminar Ekonomi Digital di Gedung Bank Indonesia, Denpasar, Jumat (14/12/2018).

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace mengungkapkan, dalam perkembangan pariwisata memang tidak hanya difokuskan dengan hotel dan restoran semata. Namun, generasi muda juga harus cermat, sebab sektor pariwisata tersebut diapit oleh dua kutub. Yaitu pertama terkait tren pariwisata, dan kedua kebijakan pemerintah.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).-Foto: Sultan Anshori.

Terkait dengan tren pariwisata yang berkembang saat ini, pariwisata tersebut tidak hanya berbasis pelayanan saja, melainkan juga berbasis pengetahuan terhadap pariwisata itu sendiri.

“Wisatawan yang datang ke Bali di era sekarang, mereka tidak hanya cukup kita berikan pelayanan yang excellent (bagus) semata. Melainkan kita juga harus memberi mereka pengalaman yang baik dengan informasi-informasi terkait pariwisata Bali. Untuk itu, pengetahuan terhadap pariwisata Bali penting dimiliki oleh generasi muda, terutama yang berkecimpung dalam usaha di sektor pariwisata,” ucapnya.

Cok Ace juga mengutarakan, penting bagi para pelaku usaha untuk mengadopsi konsep industri 4.0. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di era digital. Penggunaan teknologi digital seperti kecerdasan buatan, misalnya Internet of Things, Human Machine Interface, teknologi robotik, dan teknologi percetakan 3D, akan menjadi kunci meningkatkan daya saing. Memasuki 10 besar ekonomi global di tahun 2030.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif, untuk seluruh tingkat organisasi dan ukuran bisnis. Hal ini, tidak perlu ada keraguan untuk menciptakan kembali proses bisnis agar tetap kompetitif dan sukses di pasaran.

“Mengadopsi teknologi yang mendukung perkembangan terintegrasi antara informasi dan komunikasi yang merupakan kunci bagi bisnis untuk bertransformasi secara digital,” imbuh Cok Ace.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali, Causa Iman Karana, menyampaikan, seiring dengan perkembangan dinamika perekonomian global, tingkat persaingan usaha menjadi semakin ketat. Seiring dengan terus berkembangnya dukungan teknologi digital dalam segala aspek perekonomian.

Kondisi tersebut semakin menuntut kebutuhan akan produk yang berkualitas, kreatif, unik, dan memiliki nilai tambah tinggi.

“Sebagai bagian dari masyarakat global, kita tidak boleh menutup mata akan perkembangan teknologi,  harus memiliki kewaspadaan yang tinggi dalam memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi digital tersebut. Hendaknya kita terus mengembangkan diri agar dapat bertahan, bahkan menjadi pemimpin di era digital ini,” ungkapnya.

KPw BI Provinsi Bali sebagai strategy advisor bagi Pemerintah Daerah harus dapat memberikan rekomendasi berkualitas tinggi. Rekomendasi ini tentunya didukung oleh data dan kajian yang kuat untuk mengoptimalkan pembangunan ekonomi di daerah. Termasuk dalam pengembangan startup berbasis digital sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah.

Lihat juga...