hut

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Peran Penyuluh Sangat Strategis

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Dr. H. Isran Noor, menyatakan, penyuluh pertanian memiliki peran yang strategis dalam mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Mengingat para penyuluh pertanian sebagai pendamping pelaku utama petani atau pun nelayan.

Menurut Isran Noor, Kaltim masih mengalami kekurangan tenaga penyuluh pertanian, meski sejak tahun 2013 telah disepakati sebanyak 22 ribu penyuluh diangkat sebagai pegawai.

“Penyuluh pertanian kita masih sangat kurang. Padahal sejak 2013 telah disepakati sebanyak 22 ribu penyuluh diangkat jadi pegawai,” ungkapnya, Senin (17/12/2018).

Pada saat itu, lanjutnya, di akhir 2013 sekitar 11 ribu tenaga harian lepas tenaga bantu (THLTB) penyuluh pertanian diangkat pegawai. Menyusul pada 2014 sebanyak 11 ribu kembali diangkat. Sekarang ini, jelas Isran, banyak tenaga penyuluh yang sudah memasuki masa pensiun. Sementara secara kelembagaan dihilangkan atau pun masih ditempelkan pada unit-unit OPD (tidak berdiri sendiri).

Isran Noor mengatakan, sesuai dengan Undang-Undang nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, sudah diatur terkait dengan sumber daya manusia (SDM) dan lembaga penyuluh.

“Para penyuluh banyak mengurusi masalah-masalah yang dihadapi dalam sektor pertanian. Termasuk bimbingan kepada petani. Tetapi tidak memiliki kelembagaan secara mandiri,” kata pria yang juga Ketua Umum Perhiptani.

Selain itu, penyuluh pertanian juga sebagai jembatan antara aktivitas petani dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang sekaligus yang dibutuhkan oleh petani.

Penyuluh pertanian juga akan menjadi penyampai atau menjembatani perusahaan dan penyesuaian program nasional maupun regional, agar dapat dilaksanakan oleh petani dalam rangka menyukseskan program pembangunan nasional.

“Suluh yang diberikan tentu akan menjadi pendidikan non formal yang selayaknya dilakukan secara terus-menerus. Untuk mengikuti perkembangan teknologi yang dinamis dan masalah-masalah pertanian yang pasti akan terus berkembang,” beber Isran Noor.

Dia berharap, pemerintah lebih memperhatikan kepentingan dan kebutuhan sektor pertanian khususnya ketersediaan SDM pendukung.

“Bagaimana produksi dan produktivitas bahkan swasembada bisa dicapai, kalau SDM pendukung tidak mencukupi bahkan tidak ada, termasuk lembaganya,” imbuhnya.

Lihat juga...