Titiek Soeharto Bersama Ribuan Jemaah Panjatkan Doa untuk Bangsa

Editor: Koko Triarko

1.323
JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Haryadi Hartati (Titiek Soeharto), hadir bersama ribuan peserta alumni Reuni Aksi 212, dan melaksanakan salat subuh berjemaah di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018).
Mengenakan mukena warna putih, Titiek Soeharto bersama para ribuan jemaah duduk di pelataran Monas. Titiek Soeharto terlihat khusuk mengikuti rangkaian kegiatan alumni reuni 212 dalam balutan doa-doa sejak pukul 03.00 WIB.
“Subhanallah manusia tumpah ruah berlimpah di sini. Ke mana kita berjalan,  lautan manusia. Semua itu karena kecintaannya kepada Allah SWT. Nggak ada yang dibayar, nggak ada yang digebah (gerakan) untuk datang. Tapi, kita semua datang ke sini,” ungkap Titiek Soeharto, kepada Cendana News, usai acara Reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018).
Titiek Soeharto mengaku sengaja tidak memilih  duduk di panggung bersama para tokoh lainnya. Ia lebih memilih duduk berbaur dengan masyarakat.
“Saya tidak duduk di panggung. Saya duduk berbaur dengan masyarakat, merasakan bagaimana nikmatnya salat subuh dengan ratusan atau mungkin jutaan orang di sini, ya,” tandasnya.
Jumlah massa datang dari berbagai wilayah sejak tadi malam ke Monas. Hingga usai salat subuh, massa terus berdatangan. Jumlahnya pun berlimpah, namun tetap terlihat tertib dengan tak henti mengalunkan kalam illahi.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto) foto bersama jemaah pada Reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu (2/11/2018). -Foto: Sri Sugiarti
Titiek Soeharto menilai, semangat umat dalam kebersamaan sangat luar biasa melanjutkan doa-doa untuk bangsa dan negara.
“Semangatnya kita kebersamaan, walaupun tidak boleh kampanye. Tapi kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita pada 2019 nanti,” ujar Titiek.
Harapan mewujudkan perubahan bangsa, itu terlantunkan dalam doa. Saat salat subuh berjamaah, doa qunut dilantunkan. Usai salat subuh, dilanjutkan dengan dzikir dan istighotsah kubro, hingga berlanjut waktu salat duhur tiba.
“Salat subuh, kita bacakan qunut dengan doa-doa yang banyak sekali. Dan itu permintaannya, begitu banyak untuk bangsa dan negara. Doa itu diaminkan oleh jutaan umat. Saya rasa itu pintu langit juga terketuk atau terbuka untuk doa-doa kita. Mudah-mudahan, insyaallah,” pungkas Titiek Soeharto.
Sementara itu hingga berita ini diturunkan, ribuan jemaah masih terus berdatangan ke Monas untuk ikut melantunkan doa hingga halat duhur berjemaah.
Baca Juga
Lihat juga...