Titiek Soeharto: Pembinaan Atlet Panahan Masih Butuh Kerja Keras

Editor: Koko Triarko

259
JAKARTA – Ketua Umum PB PERPANI, Siti Hediati Haryadi, mengatakan, pencapaian prestasi Indonesia di ASIAN Games XVIII, yang baru lalu, menjadi tolok ukur bagi semua pecinta olah raga panahan di Indonesia, dan  menjadi cerminan, bahwa pembinaan panahan masih memerlukan upaya yang jauh lebih keras dan lebih gigih lagi, bila ingin menjadi yang terbaik di Asia dan dunia.
Hal demikian  disampaikan dalam sambutannya, saat membuka Kejuaraan Nasional Panahan, di venue Lapangan Panahan, GBK, Jakarta, Sabtu (1/12/2018).
Menurutnya, kejuaraan nasional panahan hanya salah satu dari mata rantai rangkaian pembinaan panahan nasional secara keseluruhan, yang saling terkait satu dengan yang lain. Di dalamnya melibatkan banyak pihak, termasuk keterlibatan pemerintah daerah dan pusat, swasta, media massa dan masyarakat dalam menyokong olah raga ini.
“Kita menyadari, bahwa kita tidak dapat bergantung sepenuhnya pada pihak-pihak luar. Karena itu, tidak ada jalan lain bagi kita selain untuk terus-menerus  mencari terobosan, tetap loyal dan lebih kreatif lagi dalam menjaga keberlanjutan pembinaan atlet panahan yang kita cintai ini,” katanya.
Titiek Soeharto, demikian sapaannya, juga menyampaikan kepada para pelatih, agar mendampingi dan membimbing para atletnya, agar menunjukkan prestasi terbaiknya. Kepada para wasit dan juri, Titiek Soeharto menyampaikan selamat bertugas dalam menegakkan aturan, dan  berharap kepada seluruh panitia dan petugas lainnya, untuk menjadikan iven ini sebagai kejurnas yang penyelenggaraannya paling baik.
Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto), saat memberikan sambutan pembukaan Kejurnas Panahan di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/12/2018) -Foto: M Fahrizal
“Kepada seluruh atlet peserta Kejurnas 2018, berlombalah dengan sebaik-baiknya, menjunjung tinggi sportivitas dan lakukan dengan penuh suka cita. Karena sesungguhnya hati yang penuh suka cita, akan memudahkan kalian dalam menembus tantangan. Kalian adalah juara, tetapi di antara kalian yang perjuangannya paling keraslah yang akan tampil menjadi yang terbaik,” katanya.
Yang terpenting, kata Titiek Soeharto, adalah harus berani instropeksi diri, agar memahami apa yang harus diperbaiki dan ditingkatkan di masa depan. “Dengan Kejurnas ini, diharapkan ke depan akan ada perubahan,” harapnya.
Sebelumnya, Titiek Soeharto juga mengatakan, bahwa Kejuaraan Nasional Panahan ini dilaksanakan tiga bulan setelah ajang ASIAN Games XVIII, di mana Indonesia bertindak sebagai tuan rumah, sehingga rasanya masih belum kering keringat para atlet, pelatih dan official serta seluruh jajaran pengurus PERPANI dalam mempersiapkan diri dan berjuang di ajang olah raga terbesar se-Asia tersebut.
Sementara itu, dalam Kerjurnas Panahan di GBK yang berlangsung pada 1 hingga  Desember 2018 ini, sebanyak 44 medali akan diperebutkan, dan sebanyak 347 atlet dari 28 provinsi turut ambil bagian dalam perhelatan kejuaraan ini.
Baca Juga
Lihat juga...