Titiek Soeharto Salurkan Bantuan Korban Tsunami di Banten

Editor: Koko Triarko

BANTEN – Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), mengunjungi dua lokasi pengungsian korban tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten, guna menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Yayasan Dana Gotong Royong dan Kemanusiaan Siti Hartinah Soeharto (YDGRK), DAMANDIRI dan DAKAB, Jumat (28/12/2018).

Pada kunjungan ke Desa Karangbohong, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Titiek Soeharto berdialog dengan pengungsi dari sejumlah desa di sepanjang pesisir pantai yang menghadap ke Selat Sunda tersebut. Ia juga meninjau kesibukan sejumlah ibu yang memasak di dapur umum untuk kebutuhan pengungsi.

Di posko pengungsian di Desa Karangbohong, terdapat sekitar 267 pengungsi dengan 75 kepala keluarga (KK) dari Desa Karanglae, Cigodong Kecamatan Labuan.

Titiek Soeharto menyebut, bencana tsunami Selat Sunda telah mengakibatkan korban meninggal dunia, luka-luka, penduduk diungsikan, rumah roboh hingga padamnya listrik serta terputusnya alat komunikasi.

“Saya mendoakan, agar keluarga yang tertimpa musibah dikuatkan dan diberi kemudahan untuk menjalani kehidupan pascabencana, serta bencana serupa tidak terjadi lagi di wilayah ini,” terang Titiek Soeharto, saat mengunjungi posko pengungsi Desa Karangbohong, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Jumat (28/12/2018).

Putri Cendana tersebut juga mengatakan, agar bantuan tersebut tidak dinilai dari besarnya materi, namun dari makna yang terkandung di dalamnya.

“Pengurus yayasan menyampaikan rasa simpati serta prihatin mendalam, atas penderitaan yang dialami oleh para korban musibah bencana tsunami. Bantuan sebagai wujud kepedulian yayasan kepada para korban musibah bencana alam, sesuai misi pendiri yayasan,” jelasnya.

Titiek Soeharto menyerahkan bantuan ke relawan FPI di Banyubiru, Labuhan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (28/12/2018) -Foto: Henk Widi

Sementara itu, sejumlah bantuan yang diserahkan, antara lain berupa masker, gula, handuk, beras, minyak, air mineral, biskuit dan lainnya.

Bantuan diterima oleh sejumlah relawan, di antaranya Front Pembela Islam (FPI), Masyarakat Siaga Bencana serta sejumlah calon legislatif dari Partai Berkarya, seperti H. Anhar,SE.

Menurut Anhar, bantuan tersebut sangat berguna untuk meringankan beban para korban tsunami. “Kami sangat mengapresiasi bantuan secara nyata, terutama yang diberikan oleh Ibu Titiek Soeharto,” beber Anhar.

Di sela kunjungan, Titiek Soeharto sempat mendengar langsung pengakuan korban selamat tsunami. Badriah (30) dan Priyanto (35), dua warga yang berdialog dengan Titiek Soeharto, berhasil selamat dalam kejadian tsunami, dan bersyukur bisa selamat dari bencana tersebut. Badriah bahkan sempat menyelamatkan sang anak yang ada di dalam rumah untuk melarikan diri dari terjangan tsunami.

Saat mengunjungi salah satu Posko Front Pembela Islam (FPI) di Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Titiek Soeharto juga menyerahkan bantuan berupa sembako. Bantuan tersebut rencananya akan disalurkan di wilayah Kecamatan Sumur, yang menjadi wilayah terparah terdampar oleh tsunami.

Selain mengunjungi pengungsi di posko pengungsian, Titiek Soeharto juga melihat kondisi sejumlah wilayah terdampak tsunami.

Hingga saat ini, YDGRK Siti Hartinah Soeharto telah menyumbang untuk korban musibah bencana alam di Tanah Air sebesar Rp59 miliar. Berbagai jenis bantuan tersebut di antaranya untuk bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, gunung meletus dan bencana lain terdiri dari 1.086 lokasi bencana dan 804 kejadian di 34 provinsi di Indonesia.

Sementara itu, bencana tsunami Selat Sunda, hingga Jumat (28/12), tercatat sebanyak 286 korban meninggal dunia dari wilayah Kabupaten Pandeglang, dan sebanyak 20 korban meninggal dunia di kabupaten Serang, atau total sebanyak 306 korban meninggal dunia.

Pengungsi akibat tsunami tercatat 32.538 orang, berasal dari wilayah Kabupaten Pandeglang 28.139, dan 4.399 dari kabupaten Serang.

Dampak tsunami Selat Sunda juga mengakibatkan 675 mengalami luka-luka di Kabupaten Pandeglang, 82 korban lula-luka di kabupaten Anyer, atau total 757 korban luka-luka.

Warga yang dinyatakan hilang 11 orang, 509 unit rumah rusak, 68 unit kendaraan roda empat rusak dan 49 unit kendaraan roda dua rusak. Selain itu, fasilitas pariwisata berupa hotel dan villa yang mengalami kerusakan sebanyak 14 unit.

Lihat juga...