Tren Hunian Hotel di Bekasi, Menurun

Editor: Koko Triarko

Ketua PHRI Kota Bekasi, Yan Rasyad -Foto: M Amin

BEKASI – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat tingkat hunian hotel  (okupansi) di wilayahnya mengalami penurunan. Tren penurunan okupansi itu bahkan telah terjadi lima tahun terakhir ini.

Menurunnya tingkat hunian hotel di Kota Bekasi, secara otomatis berpengaruh pada penghasilan restoran. Diketahui, hotel berbintang di Kota Bekasi jumlahnya ada delapan.

“Secara global, selama 2018, okupansi hotel di Kota Bekasi hanya 50 persen, mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 55 persen,”kata Yan Rasyad, Ketua PHRI Kota Bekasi, Jumat (14/12/2018).

Dikatakanm tren penurunan itu dampak dari berbagai kegiatan yang ada di Bekasi, seperti jalur transportasi macet, jumlah hotel kian meningkat dan menjamurnya hunian vertikal (apartemen) yang disewakan di Kota Bekasi.

Menurutnya, tren penurunan akan terus berlanjut hingga pertengahan 2019. Pasalnya, proyek berbagai jalur masih terus dalam perbaikan, baik dari Jakarta menuju Bandung, atau sebalik.

Hal itu akan berpengaruh pada sektor restoran. Namun, restoran bisa mengakali dengan mengurangi produksi makanan. Tetapi, berbeda dengan hotel yang jumlah kamarnya tetap, dan perlu perawatan.

“Kota Bekasi masih sebagai tempat transit. Dalam manajemen PHRI sendiri, sudah melakukan antisipasi. Dengan berbagai program yang mendukung daerah,” tegasnya.

Rasyad berharap kepada Pemerintah Kota Bekasi, agar ke depan dapat melakukan penertiban atau mengawasi penyalahgunaan hunian vertikal yang ada.

“Harus ada kebijakan tegas dari pemilik kebijakan. Karena hotel membayar pajak dan memberi sumbangsih pada daerah,” pungkasnya.

Lihat juga...