Truk Tercebur Sudah Diangkat, Dermaga Belum Beroperasi

Editor: Satmoko Budi Santoso

514

LAMPUNG – Operasional dermaga III Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, masih dihentikan, setelah insiden truk tercebur laut pada Kamis (27/12).

Truk tercebur laut akibat ramdoor atau pintu masuk ke kapal patah, berimbas operasional dermaga III dihentikan selama hampir tiga hari.

Sugeng Purwono, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, menyebut, penghentian operasional akan dilakukan hingga proses evakuasi truk dan ramdoor selesai dilakukan.

Lamanya proses pengangkatan truk bermuatan rongsokan yang jatuh tersebut akibat alat berat jenis crane harus didatangkan dari Merak, Banten. Setelah memakan waktu selama hampir satu hari lebih, pengangkatan ramdoor patah serta truk tercebur laut berhasil diangkat.

Meski dermaga III dihentikan operasionalnya, pelayanan angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019  (Nataru) masih berjalan normal. Sejumlah dermaga yang beroperasi diakuinya masih bisa melayani penyeberangan penumpang dan kendaraan.

Sugeng Purwono (kanan) Manajer Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni,Lampung dan Lamane (kiri) Direktur Teknik dan Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry – Foto Henk Widi

“Penghentian operasional dermaga tiga dilakukan untuk kelancaran proses evakuasi truk tercebur serta ramdoor kapal yang patah. Setelah semua material dibersihkan akan dioperasikan kembali dan kapal yang mengalami ramdoor patah akan diistirahatkan terlebih dahulu,” terang Sugeng Purwono, Manajer Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (29/12/2018).

Sugeng Purwono yang didampingi Direktur Teknik dan Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry, belum bisa memastikan kapan operasional dermaga III akan kembali diaktifkan. Ia menyebut, terkait penyelidikan insiden tersebut pihak Komite Keselamatan Transportasi (KNKT) telah melalukan penyelidikan terkait patahnya ramdoor kapal Nusa Putera di dermaga III tersebut.

Pihak PT Jasa Raharja juga telah melakukan pengurusan klaim oleh pemilik truk akibat insiden truk tercebur tersebut.

Novri, operator crane dari PT. Kranindo Perjaya yang mengoperasikan crane menyebut, proses pengangkatan berlangsung hampir satu hari. Arus laut dan proses pengangkatan yang terkendala cuaca membuat evakuasi ramdoor dan truk tercebur laut lebih lama dari waktu yang diperkirakan.

Alat crane bahkan disediakan sebanyak dua unit setelah sebelumnya crane lebih kecil belum berhasil mengangkat truk tercebur ke laut akibat patahnya ramdoor KMP Nusa Putera tersebut.

Ditemui di lokasi yang sama, petugas kantor pelayanan PT. Jasa Raharja Bakauheni, Halim Purwanto menyebut, pihaknya sudah melakukan pendataan terkait truk, pengemudi dalam insiden ramdoor patah.

Halim Purwanto menyebut sudah melakukan koordinasi dengan pihak pelayanan kesehatan terkait kondisi pengemudi bernama Dadang (40) yang ikut tercebur ke laut bersama sang kernet. Meski demikian berdasarkan pemeriksaan pengemudi tidak mengalami luka serius.

Klaim terkait insiden truk tercebur diakuinya akan segera diproses oleh PT. Jasa Raharja sesuai dengan jenis dan usia kendaraan. Seluruh penumpang kapal baik kendaraan maupun orang diakuinya akan mendapatkan asuransi sesuai tiket yang dibeli.

Pada insiden truk yang jatuh di dermaga III akibat ramdoor kapal patah, berdasarkan estimasi sesuai jenis kendaraan truk tersebut akan mendapatkan asuransi sekitar Rp200 juta, klaim untuk muatan barang maksimal senilai Rp16 juta.

“Semua penumpang kapal dijamin asuransi dari setiap tiket yang dibeli dan akan diproses sesuai prosedur,” beber Halim Purwanto.

Sebelumnya diberitakan Cendana News, Kamis (27/12) Insiden pintu masuk kendaraan (ramdoor) buritan kapal roll on roll off (Roro) KMP Nusa Putera Jakarta mengakibatkan sebuah truk bernomor polisi B 9052 FN tercebur di dermaga tiga pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Truk bermuatan rongsokan yang dikemudikan oleh Dadang (40) asal pulau Sumatera tujuan Pulau Jawa tersebut tercebur ke laut saat akan masuk ke KMP Nusa Putera Jakarta. Saat insiden tersebut pengemudi dan kernet melompat ke laut dan berhasil selamat.

Berdasarkan catatan Cendana News, KMP Nusa Putera merupakan kapal yang dibuat di galangan Perancis. Kapal milik PT. Putera Master Sarana Penyeberangan merupakan salah satu kapal besar yang dimiliki operator tersebut di lintasan Bakauheni-Merak.

Kapal dengan bobot 13.863 GT tersebut dibuat tahun 1985 dan bisa memuat maksimal 270 kendaraan campuran, serta 400 muatan penumpang pejalan kaki.

Baca Juga
Lihat juga...