Tsunami, 430 Orang Meninggal, 21.000 Orang Mengungsi

Editor: Koko Triarko

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho -Foto: Dok. CDN

JAKARTA — Hingga saat ini, empat hari pascatsunami di Selat Sunda, jumlah korban meninggal, terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menyebut, jumlah korban meninggal dunia tercatat 430 orang, 1.495 korban luka-luka, dan 159 hilang.

“Sementara itu, korban pengungsi mencapai lebih dari 21.000 orang. Jumlah pengungsi akan terus mengalami kenaikan, seiring dengan masih adanya pencarian dan evakuasi korban yang dilakukan oleh Tim SAR,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutupo Purwo Nugroho, saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Di samping itu, sambung Sutopo, bertambahnya jumlah pengungsi karena adanya titik evakuasi yang berhasil ditata dan dilaporkan. Sehingga jumlah pengungsi akan terus bertambah.

Menurut Sutopo, jumlah korban meninggal juga diperkirakan akan terus bertambah, karena Tim SAR terus melakukan pencarian di lima wilayah yang diterjang tsunami. Seperti Kabupaten Pandeglang, Lampung Selatan,  Serang, Tanggamus dan Pesawaran.

“Sampai saat ini, Kabupaten Pandeglang jadi daerah yang paling parah terdampak tsunami. Wilayah lain yang terdampak kedua Lampung Selatan, Serang, Tanggamus dan Pesawaran,” jelasnya.

Lebih jauh, Sutopo mengatakan, upaya penanganan masih terus dilakukan, baik di darat maupun di laut, dengan Tim Gabungan. Kepala Daerah, mulai dari Bupati hingga Gubernur, terus memimpin penanganan bencana tsunami.

Sementara, Pemerintah Pusat hanya memberikan pendampingan dan bantuan, untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban dan bangunan.

“Dan, untuk Kabupaten Pandeglang, masa tanggap darurat 14 hari setelah bencana dan Lampung Selatan 7 masa tanggap darurat, 7 hari pascatsunami,” ungkapnya.

Lihat juga...