Tugu Api Pancasila TMII, Monumen Pemersatu Budaya Bangsa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

353

JAKARTA — Tugu Api Pancasila yang menjadi objek pertama yang terlihat saat masuk ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan perwujudan monumen pemersatu budaya bangsa. Monumen ini berbentuk lima buah keris, berdiri di dalam satu kolam dan senantiasa memancarkan air ke atas.

Plaza Tugu Api Pancasila TMII
Manager Sasono dan Puri TMII, Dwi Windyarto. Foto: Sri Sugiarti

Selain berfungsi sebagai wadah tugu, kolam ini juga merupakan transformasi antara bentuk vertikal tugu yang tumbuh menjulang dengan dataran yang luas berupa plaza.

Plaza ini menjadi satu kesatuan dengan kolam bundar. Sedangkan pancaran tugu sebagai pusat plaza menjalar ke seluruh daratan.

“Bangunan Tugu Api Pancasila berada di tengah-tengah plaza merupakan land mark TMII, yang memikat pengunjung,” kata Manager Sasono dan Puri TMII, Dwi Windyarto kepada Cendana News, Kamis (13/12/2018).

Ia menjelaskan, tugu berbentuk lima buah keris melambangkan sila kelima dari Pancasila. Sedangkan menara setinggi 45 meter melukiskan angka 45 dari tanggal proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI), 17 Agustus 1945.

Tugu berbentuk 5 buah keris setinggi 45 meter, sedangkan kolam air bergaris tengah 17 meter. Di antara keris yang berjejer melingkar terdapat rongga kosong dengan jarak 8 meter. Angka 5 melambangkan lima sila dalam Pancasila, angka 17, 8, dan 45 mengacu pada tanggal proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

“Tugu berbentuk lima buah keris melambangkan sila-sila dari Pancasila. Sedangkan angka 17, 8 dan 45 melukiskan tanggal proklamasi kemerdekaan Republika Indonesia (RI) 17 Agustus 1945. Pembangunan Tugu Api Pancasila penuh makna ini atas ide Ibu Tien Soeharto,” ungkap Dwi.

Menurutnya, TMII adalah miniatur Indonesia yang pembangunan diprakarsai oleh Ibu Negara, Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto. Pembangunan TMII sebagai pusat kebudayaan ini dilaksanakan pada tahun 1971 dan diresmikan oleh Presiden ke 2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto pada 20 April 1975.

“TMII sukses merangkum budaya bangsa Indonesia menjadi satu kesatuan yang menarik dan bernilai seni tinggi. Plaza Tugu Api Pancasila ini adalah bukti prakarsa Ibu Tien dalam mempersatukan bangsa, terlukis lima sila Pancasila dan kemerdekaan Indonesia di tugu itu,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, arah sumbu utama plaza adalah arah arus pengunjung menuju gerbang utama TMII. Adapun jelas dia, lantai plaza dihiasi motif bintang bersudut delapan dengan tampilan empat warna. Yaitu, merah, putih, hitam dan kuning.

Merah melambangkan keberanian, ketabahan, dan keyakinan pada kebenaran. Adapun putih, melambangkan kedamaian dan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia. Hitam melambangkan kesadaran tentang hakikat hidup, dan kuning adalah semangat hidup.

Plaza Tugu Api Pancasila yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektar ini, jelas dia, juga berfungsi sebagai alun-alun yang dijadikan pusat kegiatan. Seperti, upacara, parade seni budaya, TMII Menari, pesta rakyat, pertunjukkan musik atau hiburan rakyat dan lainnya.

Upacara adat budaya tradisi seperti Suran juga menjadi agenda tahunan TMII, yang dimeriahkan di Plaza Tugu Api Pancasila. Upacara adat Suran ini juga digelar Kenduri dan Kirab Agung di Pendopo Sasono Utomo TMII. Ragam citra rasa tumpeng juga ditampilkan dalam gelaran Suran itu.

Suran jelas dia, adalah tradisi menyambut tahun baru Jawa atau Suro. Tradisi ini sebagai pelestarian budaya sesuai dengan hidup dan pandangan budaya Jawa.

TMII sebagai wahana pelestarian dan pengembangan budaya, komitmen memfasilitasi gelaran seni budaya bangsa.

“Warisan leluhur nenek moyang itu harus dikembangkan dan dilestastarikan. Melalui penampilan gelar seni di Plaza Tugu Api Pancasila, salah satunya,” ujarnya.

Selain untuk mengundang masyakat banyak, upacara adat ini menjadi peristiwa budaya tahunan di Plaza Tugu Api Pancasila.

Puncak perayaan malam tahun baru setiap tahunnya di area Plaza Tugu Api Pancasila selalu dipadati pengunjung, tidak hanya dari Jakarta tapi juga luar kota.

Plaza Tugu Api Pancasila juga menjadi sarana berolahraga bagi pengunjung. Setiap Sabtu-Minggu pagi, pengunjung dapat menyaksikan dan ikut senam kebugaran.

Fasilitas parkir yang luas di kiri-kanan plaza juga merupakan sarana pendukung, yang dapat menampung kendaraan.

Area parkir yang luas ini juga terkadang di manfaatkan untuk area pameran, bazaar maupun promosi produk. Bahkan di area Plaza Tugu Api Pancasila juga kerap diadakan kegiatan pameran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Baca Juga
Lihat juga...