Tugu Api Pancasila TMII, Monumen Pemersatu Budaya Bangsa

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

JAKARTA — Tugu Api Pancasila yang menjadi objek pertama yang terlihat saat masuk ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan perwujudan monumen pemersatu budaya bangsa. Monumen ini berbentuk lima buah keris, berdiri di dalam satu kolam dan senantiasa memancarkan air ke atas.

Plaza Tugu Api Pancasila TMII
Manager Sasono dan Puri TMII, Dwi Windyarto. Foto: Sri Sugiarti

Selain berfungsi sebagai wadah tugu, kolam ini juga merupakan transformasi antara bentuk vertikal tugu yang tumbuh menjulang dengan dataran yang luas berupa plaza.

Plaza ini menjadi satu kesatuan dengan kolam bundar. Sedangkan pancaran tugu sebagai pusat plaza menjalar ke seluruh daratan.

“Bangunan Tugu Api Pancasila berada di tengah-tengah plaza merupakan land mark TMII, yang memikat pengunjung,” kata Manager Sasono dan Puri TMII, Dwi Windyarto kepada Cendana News, Kamis (13/12/2018).

Ia menjelaskan, tugu berbentuk lima buah keris melambangkan sila kelima dari Pancasila. Sedangkan menara setinggi 45 meter melukiskan angka 45 dari tanggal proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI), 17 Agustus 1945.

Tugu berbentuk 5 buah keris setinggi 45 meter, sedangkan kolam air bergaris tengah 17 meter. Di antara keris yang berjejer melingkar terdapat rongga kosong dengan jarak 8 meter. Angka 5 melambangkan lima sila dalam Pancasila, angka 17, 8, dan 45 mengacu pada tanggal proklamasi Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

“Tugu berbentuk lima buah keris melambangkan sila-sila dari Pancasila. Sedangkan angka 17, 8 dan 45 melukiskan tanggal proklamasi kemerdekaan Republika Indonesia (RI) 17 Agustus 1945. Pembangunan Tugu Api Pancasila penuh makna ini atas ide Ibu Tien Soeharto,” ungkap Dwi.

Menurutnya, TMII adalah miniatur Indonesia yang pembangunan diprakarsai oleh Ibu Negara, Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto. Pembangunan TMII sebagai pusat kebudayaan ini dilaksanakan pada tahun 1971 dan diresmikan oleh Presiden ke 2 RI, Jenderal Besar HM Soeharto pada 20 April 1975.

“TMII sukses merangkum budaya bangsa Indonesia menjadi satu kesatuan yang menarik dan bernilai seni tinggi. Plaza Tugu Api Pancasila ini adalah bukti prakarsa Ibu Tien dalam mempersatukan bangsa, terlukis lima sila Pancasila dan kemerdekaan Indonesia di tugu itu,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, arah sumbu utama plaza adalah arah arus pengunjung menuju gerbang utama TMII. Adapun jelas dia, lantai plaza dihiasi motif bintang bersudut delapan dengan tampilan empat warna. Yaitu, merah, putih, hitam dan kuning.

Lihat juga...