Tujuh Dokter Internsip Diperbantukan di Biak

196
Puskesmas, ilustrasi - Dok: CDN

BIAK – Tujuh dokter Internsip Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diperbantukan di Puskesmas Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, untuk mendukung operasional pelayanan kesehatan di wilayah itu.

“Kehadiran tujuh dokter internsip di Puskesmas Biak Kota yang terakreditasi madya, sangat menunjang pelayanan pengobatan pasien yang berobat,” kata Kepala Puskesmas Biak Kota, Rewang Naftali SKM, di Biak, Minggu (2/12/2018).

Ia menyebut, dokter internsip adalah proses pemantapan mutu profesi dokter, untuk menerapkan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan, secara terintegrasi, komprehensif, mandiri serta menggunakan pendekatan kedokteran keluarga dalam rangka pemahiran dan penyelarasan, antara hasil pendidikan dengan praktik di lapangan.

Rewang mengakui, dengan adanya dukungan operasional dokter internsip, maka pelayanan pasien di Puskesmas Biak Kota berlangsung lancar setiap hari.

Rewang juga mengatakan, program Internsip Dokter Indonesia merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Meski waktu tugas dokter insternsip sangat singkat, tetapi sejak kehadiran mereka cukup membantu layanan kesehatan di Puskesmas Biak Kota,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Biak, dr. Daisy Ch Urbinas, mengakui jumlah tenaga dokter di setiap Puskesmas Biak terbantu dengan dukungan dokter internsip.

“Program Kementerian Kesehatan yang mengirim dokter internsip ke berbagai daerah, cukup membantu dinas kesehatan setempat dalam memenuhi penempatan dokter di setiap Puskesmas,” katanya.

Data jumlah kunjungan pasien yang berobat di Puskesmas Biak Kota, setiap hari mencapai 100 pasien dari berbagai kampung dan lima kelurahan distrik Biak Kota.

Berdasarkan Undang-Undang Praktik Kedokteran No. 29/ 2004, dan perkembangan global dalam etika praktik kedokteran, mensyaratkan bahwa pasien tidak boleh dijadikan objek praktik mahasiswa kedokteran. Hal ini dilakukan untuk menghormati hak-hak azasi pasien.

Adanya perubahan mendasar dalam pengendalian praktik kedokteran berdampak pada proses pendidikan dokter, khususnya masa pendidikan klinik selama masa kepaniteraan klinik. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...