Tukang Sembelih Hewan di Pontianak Ikut Sertifikasi Halal

164

PONTIANAK – Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), bekerja sama dengan MUI Kalimantan Barat, dan Pemerintah Kota Singkawang, menggelar pelatihan juru sembelih halal.

Direktur LPPOM-MUI Kalbar, Dr Muhammad Agus Wibowo, mengatakan, pelatihan diberikan sebagai dasar, untuk sertifikasi Rumah Potong Hewan (RPH) atau Rumah Potong Unggas (RPU) yang halal. “Apalagi, didalam sistem sertifikasi yang ada di LPPOM itu baik untuk RPH maupun RPU, diwajibkan adanya juru sembelih halal,” ungkapnya, di Singkawang, Sabtu (8/12/2018).

Peserta sertifikasi ada 24 orang, terdiri dari delapan orang dari RPH, 15 orang dari RPU dan dua orang tukang sembelih hewan dari masjid. Pelatihan yang digelar sangat penting, guna mendorong terwujudnya Singkawang sebagai kota yang ramah dan halal. Dengan adanya sertifikasi halal, diharapkan industri-industri yang ada di Kota Singkawang bisa semakin maju.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Kalbar, H.M Basri Har, mengatakan, Singkawang sebagai kota pariwisata harus didukung upaya memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pendatang, khususnya yang muslim. “Sebagai contoh, daging sapi dan ayam itukan termasuk hewan halal. Tapi, dalam penyajiannya untuk dimakan, diharapkan daging sapi maupun ayam haruslah melalui proses penyembelihan yang sesuai syariat Islam,” tegasnya.

Ketika proses penyembelihan tidak sesuai syariat Islam, maka daging sapi maupun ayam yang dikonsumsi akan menjadi haram. “Oleh karena itu, pelatihan ini saya rasa sangat penting sehingga yang tadinya termasuk kategori hewan yang halal, tetap bisa dipertahankan kehalalannya karena proses penyembelihannya sudah sesuai dengan syariat Islam,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Singkawang, Yusnita, mengatakan, melalui pelatihan yang digelar, diharapkan rumah-rumah makan yang mengambil daging di RPH ataupun RPU mendapatkan daging yang halal. “Karena proses penyembelihan sapi atau ayam sudah melalui proses sesuai syariat Islam,” tandasnya.

Untuk tahapan selanjutnya, seusai pelatihan, para pemotong hewan, disarankan untuk mengajukan permohonan sertifikasi halal ke MUI. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...