Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Masih Jadi Persoalan di Maumere

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

125

MAUMERE — Sampah yang menumpuk dan dibuang di luar kontainer dan tempat sampah menjadi pemandangan biasa yang saban pagi dijumpai di beberapa titik di kota Maumere, terutama di areal pertokoan serta pasar Alok dan pasar Tingkat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sikka Ir.Yunida Pollo.Foto : Ebed de Rosary

“Hampir tiap pagi pasti sampah berserakan di sekitar tempat penampungan, sebab tidak bisa tertampung lagi. Biasanya dibuang saat malam hari oleh masyarakat atau pemilik toko yang ada di sekitar areal ini,” sebut Saverina Sili, salah seorang pedagang di pasar Tingkat Maumere, Rabu (5/12/2018).

Dikatakannya, para pedagang maupun pemilik toko mau membuang di dalam bak atau kontainer, tetapi karena sudah penuh, sehingga dibuang di samping bak sampah.

“Kalau mau kota ini bersih seharusnya tempat sampah diperbanyak agar orang tidak buang sampah sembarangan . Yang disiapkan pun seharusnya berukuran besar dan banyak untuk areal pertokoan dan pasar,” ungkapnya.

Volume sampah yang banyak tentunya membuat tempat sampah harus ditambah dan diletakkan di beberapa titik di luar pasar ataupun di sepanjang areal pertokoan. Apalagi kawasan tersebut selalu ramai dikunjungi orang.

Saat musim hujan, sampah plastik dan lainnya pasti berserakan di jalanan di areal pasar maupun pertokoan.

Sementara itu kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sikka, Ir. Yunida Pollo menjelaskan, pihaknya memiliki 17 unit Tempat Pembuangan Sampah (TPS) berbentuk kontainer yang ditempatkan di seluruh kota Maumere.

“Memang sudah ada pembicaraan untuk menambah, mengingat pertumbuhan penduduk yang pesat. Mudah-mudahan di 2019 sudah bisa terealisasi, agar semua sampah bisa tertampung di tempatnya,” ungkapnya.

Untuk areal pasar, kata Yunida, ada empat kontainer yang disiapkan di pasar Alok, pasar Wairkoja, eks pasar Geliting serta sebuah kontainer lagi di depan pasar senja Beronjong. Jumlah kontainer sebanyak 17 unit termasuk di pasar tersebut memiliki kapasitas 4 meter kubik.

“Dari jumlah 17 unit tersebut, ada enam kontainer sampah yang mengalami rusak berat. Jumlah yang dibutukan sebanyak 52 unit untuk menampung di 13 kelurahan yang ada di kota Maumere saja,” terangnya.

Dengan demikian, sebut Yunida, pemerintah harus menyediakan penambahan 35 unit kontainer sampah yang baru, selain mengganti 6 kontainer yang sudah rusak berat.

“Memang sudah saatnya kita menambah kontainer sampah serta tempat-tempat berukuran kecil untuk diletakan di sepanjang jalan di areal pertokoan, pasar serta di jalanan umum di kota Maumere,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...