Turki Desak Amerika Hapus Keberadaan Pos Pengawasan di Suriah

182
Ilustrasi wilayah Turki-Foto: Dokumentasi CDN

ANKARA – Turki, mendesak Utusan Khusus PBB untuk Suriah, James Jeffrey, agar menghilangkan keberadaan pos pemeriksaan di Suriah Utara. Hal itu, bertujuan untuk mencegah terjadinya bentrok antara pasukan Turki dan anggota milisi Kurdi Suriah, yang didukung AS.

Selama pertemuan dengan Jeffrey, Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, menyampaikan permintaan Ankara, dan mendesak Amerika Serikat agar memutuskan hubungan dengan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG). Turki memandang, YPG sebagai cabang dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang dilarang dan dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa.

“Turki takkan mengizinkan terbentuknya koridor teror di perbatasan selatannya,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Turki, setelah pertemuan antara Jefrrey dan Akar.

Ketika berbicara kepada wartawan, setelah pertemuan, Jeffrey mengatakan, pos militer AS di dekat perbatasan Turki di Suriah Utara, bertujuan mengurangi tembakan pelecehan, dan menjamin keamanan wilayah tersebut, termasuk Turki. “Itu untuk kepentingan Turki, kepentingan kita dan rakyat Suriah Utara,” ujarnya.

Pos itu disebutnya, akan mencegah siapa saja melepaskan tembakan ke dalam wilayah Turki. Termasuk serangan dari seberang perbatasan. Hubungan antara Turki dan Amerika Serikat telah tegang, sejak Washington memberi dukungan buat YPG. Amerika Serikat, telah lama mengeluhkan ketegangan antara Turki dan YPG, yang disebutnya, kadang-kala memperlambat kemajuan dalam perang melawan IS di sebelah timur Sungai Eufrat di Suriah.

Keputusan AS untuk membuat pos pengamatan di Suriah Utara di sepanjang perbatasan Turki diambil, setelah Angkatan Bersenjata Turki, melepaskan tembakan artileri ke posisi YPG di sebelah timur Sungai Eufrat di Wilayah Kobane, Suriah Utara, pada November.

Kantor berita Anadolu melaporkan, meriam howitzer Turki, menembak sasaran YPG di Wilayah Zor Magar di sepanjang garis perbatasan Suriah-Turki. Militer Turki melancarkan dua operasi besar di Suriah Utara dalam dua tahun belakangan ini. Hal itu, untuk mengusir anggota YPG ke luar daerah, di sebelah barat Sungai Eufrat. Namun, upayanya berhenti di sungai itu, untuk menghindari bentrokan dengan tentara AS.

Dalam upaya meredakan ketegangan, Amerika Serikat dan Turki pada Juni, sepakat untuk bekerja sama di Manbij, sebelah barat Sungai Eufrat, bagi mundurnya anggota YPG setelah Ankara berulang kali mengancam akan menyerang kota itu. Kesepakatan Manbij, menyoroti bukan hanya pemindahan YPG dari kota kecil tersebut, tapi juga bergabung dalam patroli tentara AS dan Turki, dan pembentukan pemerintah lokal baru dan personel militer yang bersih dari anggota YPG.

Setelah pertemuan kelompok kerja tingkat tinggi AS-Turki mengenai Suriah, satu pernyataan bersama mengatakan, kedua pihak berkomitmen bagi kemajuan yang dipercepat, dan nyata. Mereka sepakat untuk mengerjakan perencanaan gabungan, berkaitan dengan daerah lain, sebagaimana disebutkan di dalam peta jalan Manbij. Ankara meminta Washington, juga melakukan tindakan serupa di kota kecil lain, di sebelah timur Sungai Eufrat, sehingga YPG akan dihapuskan di wilayah itu. Kesepakatan Manbij adalah model buat kerja sama AS-Turki di Suriah, dalam upaya mewujudkan perdamaian di negara yang dicabik perang tersebut. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...