Turki Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Prancis

170
Ilustrasi bendera Turki-Foto: Dokumentasi CDN

ANKARA – Kementerian Luar Negeri Turki, memperingatkan warganya, yang akan melakukan perjalanan ke Prancis. Upaya tersebut merespon, adanya protes rusuh, yang berlangsung di Paris dan di seluruh bagian di negara Eropa tersebut.

Peringatan itu, disiarkan di jejaring resmi Kementerian Luar Negeri Turki. Disarankan, warga Turki, yang tinggal di Prancis, dan akan bepergian ke negara tersebut, agar menghindari daerah demonstrasi. Warga diimbau, tidak berada di tempat yang dapat membahayakan keselamatan mereka. “Agar mengikuti berita lokal, mengikuti peringatan lebih lanjut dari Pemerintah prancis, kementerian kami, dan kedutaan besar kami di Paris,” bunyi salah satu pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Turki.

Seperti diketahui, ribuan pemrotes rompi kuning, telah berkumpul di Paris dan beberapa kota besar di Prancis, selama dua pekan terakhir. Mereka bergerak untuk memprotes pajak bahan bakar, sebuah kebijakan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang dianggap kontroversial. Demonstran, yang biasanya hidup di daerah pedesaan, karena harga sewa yang tinggi di pusat kota, telah menuntut Macron agar mengurangi pajak bahan bakar. Presiden diminta membuat pengaturan ekonomi, yang akan meringankan beban hidup mereka.

Polisi Prancis pada Sabtu (1/12/2018), telah melakukan tindakan tegas terhadap pemrotes, yang ada di seluruh Champs-Elysees Street, salah satu titik terkenal, di Ibu Kota Prancis, Paris. Polisi bertindak tegas dengan menggunakan gas air mata, dan mobil penyemprot air. Demonstran menyerukan pengunduran diri Macron, dan menyemprotkan cat berisi slogan yang menyerang Macron di tembok-tembok.

Sebagian demonstran, berusaha menerobos penghalang keamanan ke Elysee Palace. Namun, polisi menghalangi mereka dengan menggunakan gas air mata. Jalan-jalan di beberapa kota besar ditutup untuk lalu-lintas.

Menurut Pemerintah Prancis, ada 5.500 pemrotes berpawai di jalan-jalan di Paris. Sejauh ini, dua orang telah tewas, dan 890 orang cedera, dimana 158 diantaranya adalah petugas keamanan. (Baca: https://www.cendananews.com/2018/12/cegah-rusuh-kembali-prancis-pertimbangkan-keadaan-darurat.html).

1.081 orang telah ditahan, dan sembilan pemrotes dijatuhi hukuman penjara selama empat bulan, berkaitan dengan demonstrasi selama lebih dari dua pekan tersebut. Presiden Prancis telah memperingatkan, pelaku kerusuhan dalam protes yang berlangsung di Paris akan dihukum. Menurut satu survei yang dilakukan di negeri itu, 84 persen warga negara Prancis mendukung pemrotes rompi kuning, yang kebanyakan berasal dari kelompok kelas menengah. Di Prancis, harga bahan bakar telah meningkat sampai lebih dari 20 persen dalam satu tahun belakangan ini. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...