Uang Beredar di Kalbar Meningkat 18 Persen

153
Ilustrasi [CDN]

PONTIANAK – Jumlah uang beredar di Kalimantan Barat, selama periode Januari hingga Oktober 2018, meningkat 18 persen. Peningkatan tersebut, jika dibandingkan dengan kondisi di tahun sebelumnya.

“Uang yang keluar dari BI di Kalbar sebesar Rp9,2 triliun atau tumbuh 18 persen dari periode yang sama di 2017,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Prijono di Pontianak, Senin (3/12/2018).

Prijono menyebut, berdasar polanya, kenaikan yang ada didominasi karena perayaan hari besar keagamaan. Seperti pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri dan aktivitas yang mengikutinya. “Berhubung tahun ini juga sudah masuk sejumlah tahapan Pemilu, maka dampak pesta demokrasi termasuk di dalam kenaikan uang yang beredar di Kalbar,” tambahnya.

Sementara secara nasional, dari catatannya, juga mengalami pertumbuhan. Terpotret khusus pada Oktober 2018, peredaran uang secara nasional mencapai Rp5.666,5 triliun, atau tumbuh 7,2 persen, dibandingkan bulan sebelumnya.

“Pertumbuhan peredaran uang pada Oktober 2018 ditunjang oleh peningkatan komponen uang kuasi sebesar 7,6 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 6,3 persen (yoy). Namun, akselerasi pertumbuhan peredaran uang tertahan oleh pertumbuhan peredaran uang arti sempit yang melambat, yakni dari 8,2 persen (yoy) menjadi 6,3 persen (yoy) pada Oktober 2018,” tuturnya.

Prijono menyebut, pertumbuhan peredaran uang ditopang perbaikan aktiva luar negeri bersih, dan peningkatan kredit. Aktiva luar negeri bersih pada Oktober 2018 yang membaik, ditunjukkan oleh kontraksi pertumbuhan yang tidak sedalam periode bulan sebelumnya. “Perbaikan aktiva luar negeri bersih tersebut sejalan dengan posisi cadangan devisa yang juga meningkat,” jelasnya.

Sementara untuk kredit perbankan, yang disalurkan pada Oktober 2018, tercatat nilainya mencapai Rp5.188,6 triliun, atau tumbuh 13,1 persen(yoy). Lebih tinggi dibandingkan bulan lalu, yang tumbuh sebesar 12,4 persen (yoy). “Laju pertumbuhan uang beredar yang lebih tinggi, tertahan dengan turunnya tagihan bersih kepada pemerintah pusat pada Oktober 2018 sebesar -3,3 persen (yoy), dibandingkan bulan lalu yang tumbuh 4,5 persen (yoy),” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...