Ubah Sampah Jadi Busana Daur Ulang

Editor: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Selama ini, sampah hanya dianggap sebagai salah satu masalah yang sulit ditangani. Namun di tangan kreatif anggota bank sampah Eltari, utamanya ibu-ibu PKK RW 08 Kelurahan Cemorokandang, Malang, sampah justru disulap menjadi busana baju daur ulang yang indah dan menarik. Seperti yang terlihat pada peragaan busana daur ulang yang gelar di lapangan RW 08.

Ketua Bank Sampah Eltari, Efrida Hartini, menuturkan, kesadaran terhadap lingkungan bisa diawali dari rumah tangga masing-masing masyarakat khususnya dari ibu-ibu PKK.

“Ibu merupakan teladan yang akan dicontoh generasi muda dalam berbagai bidang, termasuk di bidang lingkungan. Untuk itu, diperlukan peran seorang ibu untuk mengajak anak-anak agar lebih mencintai lingkungan. Salah satunya dengan mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang menarik dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya, Minggu (23/12/2018).

Dikatakan Efrida, banyak tantangan dan tidak mudah untuk bisa mengubah pola pikir masyarakat mengenai sampah. Dibutuhkan kesabaran dan contoh nyata bahwa sampah memang bisa menjadi berkah jika ditangani secara benar.

“Awalnya, kita melakukan sosialisasi, kemudian pelatihan yang berlanjut pada perlombaan. Lomba peragaan busana ini menjadi salah satu bukti bahwa sampah bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Aksi salah satu peserta lomba peragaan busana baju daur ulang sampah – Foto Agus Nurchaliq

Masyarakat secara perlahan diajari cara berkreasi dengan memanfaatkan sampah. Tidak hanya membuat, hasil kreasi mereka juga difasilitasi untuk bisa dijual.

“Hasil daur ulang khususnya busana dari sampah ini, nantinya bisa dijual maupun disewakan, agar ibu-ibu bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Sehingga secara tidak langsung, sampah bisa turut meningkatkan taraf ekonomi masyarakat melalui daur ulang,” terangnya.

Disebutkan, bank sampah Eltari setiap bulan sering mengadakan kegiatan termasuk memberikan pelatihan daur ulang sampah.

“Alhamdulillah, masyarakat sangat bersemangat dan antusias mengikuti kegiatan bank sampah. Dengan adanya kegiatan ini, mereka menjadi sadar lingkungan dan bisa melihat betapa indahnya alam ini,” ucapnya. Selain itu, lanjutnya, mereka juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dan bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya.

Sementara itu, Direktur Bank Sampah Malang (BSM), Kartika Ikasari, menyambut positif apa yang telah dilakukan bank sampah Eltari.

Direktur Bank Sampah Malang (BSM), Kartika Ikasari – Foto Agus Nurchaliq

Menurutnya, melalui gelaran lomba peragaan busana baju daur ulang sampah bisa memberikan semangat masyarakat, khususnya ibu-ibu untuk lebih berkreasi.

Diharapkan, melalui kegiatan ini, akan bermunculan bibit-bibit kreator daur ulang sampah di Cemorokandang karena Cemorokandang punya potensi yang luar biasa untuk itu.

“Dari lomba ini, bisa dilihat bagaimana kita bisa peduli. Mengubah dan membuat sampah yang selama ini dalam pola pikir kebanyakan orang merupakan sesuatu yang tidak bermanfaat dan menjijikkan, tetapi sebenarnya justru bisa menjadi karya yang cantik. Memiliki nilai ekonomi serta nilai seni,” ungkapnya.

Menurutnya pula, dari lomba ini, seharusnya masyarakat sudah bisa memiliki pola pikir bahwa sampah tidak lagi menjadi masalah.

“Tetapi justru menjadi berkah dan rupiah,” pungkasnya.

Lihat juga...