UMKM Benteng Ekonomi Indonesia 

Editor: Mahadeva WS

Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kamar Dadang dan Industri (KADIN) Indonesia, Raden Tedy. Foto : Sri Sugiarti

JAKARTA – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), adalah benteng perekonomian Indonesia. Hal itu sudah terbukti saat krisis moneter melanda di 1989 silam. Saat krisis global terjadi, UMKM tidak ada yang mendapatkan dampaknya.

“UMKM menunjang ekonomi Indonesia, disaat ekonomi kita tidak baik. UMKM menyumbang  60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini luar biasa peran UMKM,” kata Ketua Lembaga Pengembangan Usaha, Kamar Dadang dan Industri (KADIN) Indonesia, Raden Tedy, kepada Cendana News pada peluncuran Toko Indonesia (KOIN), Minggu (9/12/2018).

KADIN Indonesia, selalu mendorong pelaku UMKM untuk go ekspor. Hal itu dilakukan, karena hingga saat ini, UMKM masih menyumbang sekira 19 persen produk ekspor. “Jadi kedepan diharapkan banyak pelaku UMKM untuk go ekspor,” tandasnya.

Dari pengamatannya, dunia sekarang ini sedang mengalami revolusi industri. Mau tidak mau, pelaku usaha harus ikut serta, mengimbanginya atau berkolaborasi. “Tidak ada lagi istilah kenapa kemitraan harus dibuka. Kenapa pula barang atau produk UMKM, tidak bisa ekspor,” tambahnya.

Lihat juga...