Unair Surabaya Kembangkan Stem Cell Antipenuaan

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya - Dok CDN

BOGOR — Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, mengembangkan dan menghasilkan stem cell atau sel punca untuk mencegah penuaan (antiaging) dan untuk mengganti sel yang rusak.

Stem cell adalah sel yang belum berdiferensiasi untuk berkembang menjadi sel yang spesifik, contohnya sel ini nanti bisa berkembang menjadi sel saraf, sel otak sel hati, sel paru, dan sebagainya,” kata Peneliti dan pengembang stem cell dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell di Universitas Airlangga, Fedik Abdul Rantam, di sela-sela acara Ekspose Produk Inovasi sebagai Capaian Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Jawa Barat, Rabu (19/12/2018).

Abdul mengatakan pasar produk kecantikan di Indonesia sangat besar karena tidak hanya diminati oleh remaja perempuan dan ibu tapi juga laki-laki sudah mulai meminatinya.

Dia mengatakan total pasar perawatan kecantikan kulit atau skin care pada 2017 saja di Indonesia diperkirakan Rp16 triliun dan target pasar utama PT Phapros yang menjadi mitra Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell di Universitas Airlangga adalah sekitar Rp2,9 triliun dengan produk berbahan baku stem cell.

Menurut dia,  stem cell itu selain bisa menggantikan sel yang rusak, juga menghasilkan produk faktor pertumbuhan (growth factor) seperti tumbuh berkembang menjadi kulit dan untuk pertumbuhan rambut.

“Sel ini menghasilkan produk growth factor; yang bisa menstimulasi aktivitas sel ini berkembang menjadi sel-sel yang normal itu yang digunakan untuk antiaging, kecantikan. Ketika dioleskan, growth factor tadi menstimulasi sel di bawahnya juga naik, yang sel tua lepas yang sel (baru) naik, karena di setiap jaringan banyak stem cell,” ujarnya.

Dia mengatakan saat ini pihaknya sedang menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk dapat mengedarkan produk itu secara massal.

Stem cell dapat diperoleh antara lain dari plasenta dari bayi yang baru dilahirkan dan darah plasenta.

Ia mengatakan untuk memproduksi stem cell, pihaknya menyeleksi sel biologis yang berkualitas baik sehingga diperoleh sel yang bebas dari penyakit seperti kanker, hepatitis, HIV, herpes dan penyakit patogen lain.

Produk dengan stem cell itu dapat dioleskan seperti krim, diteteskan kepada jaringan kulit atau diinjeksi. (Ant)

Lihat juga...