Usaha Udang Vaname Mulai Dilirik Masyarakat Pessel Sumbar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

326

PESISIR SELATAN — Dinas Perikanan Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tengah fokus melakukan pengembangan budidaya udang vaname di kawasan Cerocok Anau, Kecamatan Koto XI Tarusan. Hingga akhir 2018 ini, tercatat panen secara parsial mencapai 170 ton.

Udang Vaname
Kabid Pengelolaan dan Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Pesisir Selatan Firdaus / Foto: Ist

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pembudidayaan Ikan pada Dinas Perikanan Pesisir Selatan, Firdaus mengatakan, komoditas udang vaname belakangan ini semakin diminati dan terus dikembangkan masyarakat. Hal ini juga terlihat, pertumbuhannya yang relatif cepat dengan waktu dua bulan itu, dinilai menjadi daya tarik bagi para investor.

Ia menyebutkan, hingga saat ini pihaknya tengah mendorong daerah Pesisir Selatan sebagai tambak udang. Investasi tersebut diharapkan menjadi peluang besar bagi masyarakat sebagai usaha yang menjanjikan untuk masa depan.

“Peluang pasar masih terbuka lebar hingga saat ini. Berapapun jumlahnya masih terserap. Selain itu akan menyerap tenaga kerja lokal,” katanya ketika dihubungi, Senin (31/12/2018).

Kendati demikian, lanjut Firdaus, dalam mengembangkannya, pihaknya masih menemui sejumlah kendala, seperti pendangkalan dan kerusakan pada saluran irigasi tambak. Sulitnya permodalan dan akses, manajemen usaha yang belum dikuasai hingga minimnya pengetahuan pasar akan budidaya tersebut.

“Jadi, solusinya kami memberikan percontohan dan mendorong kawasan budidaya ikan yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan ini, kami juga bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, mitra kerja hingga swasta. Semua harus bergandengan tangan,” ujarnya.

Firdaus berkata, saat ini harga pasaran berkisar antara 60-70 ribu rupiah per kilogram. Harga itu, kata dia, sesuai pasaran ekspor yang telah dilakukan sebelumnya.

Dikatakannya, untuk satu tambak udang untuk ukuran 20×20 diperlukan dana hingga Rp50 juta. Sementara, untuk Nagari Cerocok Anau, Kecamatan Koto XI Tarusan, ada seluas 12,5 hektare lahan yang dapat dimanfaatkan.

“Namun, sekitar 25 hektarenya adalah lahan tidur. Masyarakat sekitar mengaku tidak sanggup mengolahnya. Akhirnya ada investor yang ingin masuk dan kita fasilitasi lagi untuk masyarakat dengan catatan harus memperhatikan lingkungan dan amdal, tata ruang, izin lingkungan dan teknis budidaya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, mengaku membuka pintu investasi selebar lebarnya bagi para investor untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat setempat. Pihaknya juga memastikan akan mempermudah perizinan dalam investasi tersebut.

“Silahkan berinvestasi, udang vaname menjanjikan ekonomi lebih baik. Kami undang semuanya untuk datang berinvestasi. Kami akan berikan kemudahan untuk pengurusan izin,” kata dia.

Hendrajoni juga memastikan, para investor untuk tidak perlu khawatir terhadap akses infrastruktur, baik jalan, air, maupun pasokan listrik. Sebab, hal itu dipastikan dimiliki oleh daerah yang berjulukan Negeri Sejuta Pesona itu.

Baca Juga
Lihat juga...