Varietas Bibit Jagung Bantuan Pemerintah Jadi Pakan Ternak

MATARAM — Varietas bibit jagung bantuan pemerintah tahun 2018, dengan jenis BISI-2 dan Premium-191, jadi pakan ternak milik petani yang ada di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

“Kalau bibit dari bantuan pemerintah itu (BISI-2 dan Premium-191), tidak cocok di lahan kami, makanya banyak yang simpan di gudang. Kalau di rumah, saya pakai pakan ternak,” kata Syamsudin warga penerima bantuan dari Dusun Rade, Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, yang dihubungi wartawan di Bima, Rabu (26/12/2018).

Sebelumnya dalam pertemuan di UPTD tingkat kabupaten, pemerintah menjanjikan akan menyalurkan varietas bibit BISI-18, jenis yang telah sukses dalam masa panen di musim sebelumnya.

Hal itu pun, jelasnya, telah disepakati dalam usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan isian Calon Petani/Calon Lahan (CPCL).

“Janjinya pas di penyuluhan itu varietas BISI-18, tapi yang disalurkan varietas beda, BISI-2 dan Premium-191,” ujarnya.

Namun karena sifatnya bantuan dari pemerintah, petani di dusunnya tetap menerima varietas bibit yang disalurkan dalam periode tiga hari yang lalu itu.

“November lalu sempat kita tolak karena yang disalurkan itu premium-191, makanya dua tiga hari kemarin dapat penyaluran lagi, tapi campur, Premium-191 dengan BISI-2, bukan BISI-18,” ujar petani yang memiliki lahan pertanian seluas 3 hektare dengan jatah bibit 5 kilogram BISI-2 dan 5 kilogram Premium-191.

Begitu juga yang diterima oleh Fajrin, petani tetangga Syamsudin dari Dusun Doro Mbubu. Fajrin mengatakan bahwa bantuan varietas bibit dari pemerintah tidak sesuai dengan pembahasan di UPTD.

“Katanya stok untuk BISI-18 itu habis, makanya yang disalurkan BISI-2 di campur Premium-191,” ujar Fajrin.

Lihat juga...