Waduk Sermo di Kulon Progo Butuh Peremajaan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Pemerintah Desa Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, meminta pihak terkait segera melakukan peremajaan Waduk Sermo, sebagai infrastruktur vital bagi pertanian, pengairan maupun konservasi dan penanggulangan banjir di wilayah tersebut.

Yakni, dengan melakukan pengerukan sedimen waduk, guna memperpanjang usia waduk yang diresmikan Presiden Soeharto, pada 20 November 1996 itu.

Kepala Desa Hargowilis, Dalijan -Foto: Jatmika H Kusmargana

Pengerukan sedimen diharapkan akan menbuat kapasitas tampungan air waduk akan kembali seperti semula, saat pertama kali dibangun. Sehingga fungsi dan pemanfaatan waduk pun akan maksimal.

“Saat musim kemarau kemarin, air waduk mengalami penyusutan drastis. Itu karena waduk digunakan sebagi sumber irigasi utama, mengingat sistem irigasi Kalibawang sedang diperbaiki. Dari situ dapat dilihat, bahwa waduk sudah mengalami pendangkalan. Pendangkalan terjadi karena banyaknya sedimen yang masuk ke dalam waduk. Sehingga harus segera dikeruk,” ujar Kepala Desa Hargowilis, Dalijan.

Menurutnya, jika tidak segera dikeruk, dikhawatirkan Waduk Sermo lambat laun akan mengalami pendangkalan, sehingga tidak mampu menampung air dalam jumlah banyak. Hal itu dinilai akan berimbas pada berkurangnya suplai air irigasi bagi 7.000 hektare lebih lahan pertanian, yang selama ini bergantung pada Waduk Sermo.

“Dikawatirkan, pendangkalan juga akan membuat air hanya sekadar lewat. Sehingga berpotensi menimbulkan banjir tahunan, setiap musim hujan di wilayah Wates dan Pengasih,” katanya.

Melihat potensi besar Waduk Sermo di bidang pariwisata, pemerintah desa Hargowilis juga berharap, agar diberikan kejelasan terkait izin pemanfaatan lahan di kawasan Waduk Sermo.

Pasalnya, pengembangan kawasan Waduk Sermo di bidang pariwisata selama ini selalu terkenda persoalan izin. Mengingat hampir seluruh wilayah merupakan kawasan konservasi.

“Ketentuannya memang untuk wilayah konservasi tidak boleh dibangun bangunan secara sembarangan. Namun, untuk mendukung sektor pariwisata kita harus tetap membangun sejumlah infrastruktur. Itu yang jadi kendala kami selama ini. Sehingga potensi besar Waduk Sermo di bidang pariwisata belum tergarap secara maksimal,” katanya.

Sejauh ini, pemerintah desa hanya bisa mengembangkan kawasan di sekitar Waduk Sermo sebagai kawasan perkebunan. Yakni, dengan menanam berbagai macam tanaman produktif, baik buah-buahan, kayu, dan sebagainya.

Lihat juga...