Waduk Sermo, Infrastruktur Vital Warisan Presiden Soeharto

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Memimpin selama lebih dari tiga dekade, Presiden II RI, HM Soeharto, banyak membangun berbagai infastruktur vital yang hingga kini masih bermanfaat besar. 

Salah satu infrastruktur vital peninggalan Soeharto adalah Waduk Sermo, di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Danau buatan yang dibangun pada 1994 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 November 1996 ini, merupakan satu-satunya waduk terbesar di Yogyakarta.

Kepala Desa Hargowilis, Dalijan -Foto: Jatmika H Kusmargana

Memiliki luas genangan mencapai 157 hektare, serta luas tangkapan air 213 hektare, Waduk Sermo yang dibangun dengan membendung sungai Ngrancah ini masih menjadi infrastruktur vital, sekaligus pilar berbagai aspek kehidupan masyarakat Kulon Progo, hingga saat ini. Hal tersebut diakui, baik oleh pemerintah daerah, maupun warga masyarakat.

“Banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan adanya Waduk Sermo ini. Baik itu untuk irigasi  lahan pertanian, pemanfaatan PDAM, pencegahan banjir dan konservasi, hingga sektor pariwisata, maupun pengembangan wilayah desa sekitar,” ujar Kepala Desa Hargowilis, Dalijan.

Menurut Dalijan, di sektor pertanian, keberdaan Waduk Sermo menjadi sumber irigasi utama di wilayah Kulon Progo. Terkoneksi dengan sistem irigasi Kalibawang, Waduk Sermo setidaknya menyuplai pengairan untuk areal pertanian seluas 7.152 hektare, yang berada di lima wilayah kecamatan.

“Sampai saat ini, ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Kecamatan Pengasih, Sentolo, Wates, Temon Panjatan, hingga Lendah, masih mengandalkan irigasi dari Waduk Sermo, ini. Bahkan saat kemarin saluran irigasi Kalibawang ditutup, air irigasi dari Sermo inilah yang menyuplai. Jadi, keberadaannya sangat vital,” ujarnya.

Selain menjadi sumber irigasi, Waduk Sermo juga menjadi sumber air bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Kulon Progo bagian tengah.

Adanya PDAM unit Sermo-Kokap, mampu menyuplai air bersih bagi ribuan warga yang ada di sejumlah wilayah kecamatan, seperti Kokap, Pengasih bahkan hingga Temon.

“Sebelum ada Waduk Sermo, tidak ada PDAM di sini. Sehingga warga hanya bisa mendapatkan air bersih dengan memanfaatkan sumber-sumber mata air atau sumur buatan,” katanya.

Salah satu fungsi vital Waduk Sermo lainnya bagi warga masyarakat, menurut Dalijan, adalah sebagai daerah konservasi sekaligus penanggulangan banjir.

Kawasan Waduk Sermo di Desa Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta -Foto: Jatmika H Kusmargana

Pasalnya, sebelum waduk dibangun, kawasan Wates dan Pengasih yang berada di sisi timur sungai Ngrancah merupakan daerah langganan banjir setiap musim penghujan.

“Sejak adanya Waduk Sermo yang mampu menampung air hingga 25 juta meter kubik itu, kini banjir tahunan tak pernah terjadi lagi,” katanya.

Di sektor ekonomi, keberadaan Waduk Sermo juga memiliki peran sangat strategis. Terletak di wilayah perbukitan, dengan ketinggian mencapai sekitar 300 meter di atas permukaan laut, Waduk Sermo menawarkan keindahan alam yang menawan. Tak heran, kawasan ini masih menjadi salah satu primadona pariwisata di wilayah Kulon Progo.

“Keberadaan Waduk Sermo juga menjadi salah satu penyumbang PAD dari sektor pariwisata, yang dikelola oleh Pemkab Kulon Progo. Sementara bagi desa sendiri, adanya Waduk Sermo mampu menumbuhkan ekonomi warga sekitar, dengan berdirinya usaha kecil mikro seperti warung-warung, dan sebagainya,” katanya.

Lihat juga...