Warga Binaan di Pangkalpinang, Diajak Berwirausaha

Ilustrasi kerajinan lokal - Foto: Dokumen CDN

PANGKALPINANG – Warga binaan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Pangkalpinang didorong menjadi wirausaha baru.

Mereka dapat menekuni ketrampilan, yang diperoleh selama menjadi warga binaan. “Warga binaan perempuan ini kita harap dapat menekuni ketrampilannya selama di lapas, sehingga keluarnya mereka dari sini dapat menjadi wirausaha baru yang mandiri,” kata Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Bintang Puspayoga, saat meninjau hasil produk warga binaan perempuan di Pangkalpinang, Minggu (9/12/2018).

Menurutnya, Dekranas terus berkoordinasi dengan kementerian terkait, untuk melakukan pembinaan dan dukungan, bagi pelaku UKM. Khususnya pembinaan kepada wirausaha baru, agar terus berinovasi, meningkatkan produksi agar produknya berdaya saing. Melalui perjanjian kerja sama, antara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Babel, dan Kantor Wilayah Kementruan Hukum dan HAM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dapat dilahirkan wirausaha baru.

Hal itu diyakini, dapat mendorong peningkatan produk UKM daerah. “Semoga kerja sama yang telah disepakati dapat di implementasikan di lapangan dengan baik, sehingga warga binaan siap menjadi wirausaha baru,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi, mengatakan, perjanjian kerja sama yang ditandatangani adalah, turunan dari kerja sama yang telah dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dengan Kementerian Hukum dan HAM Babel.

Dekranasda hanya menindaklanjuti apa yang sudah disepakati dari isi kerja sama tersebut. “Bentuk kerja sama ini bukan hanya seremonial saja. Kita harap warga binaan yang ada di lapas, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai hak yang sama. Saya yakin ibu-ibu yang ada di lapas ini, mempunyai talenta bisa bersaing dengan UKM yang ada di luar lapas,” ujarnya.

Melati berharap, kerja sama yang ada, ditindaklanjuti dengan bentuk koperasi. Sehingga hasil dari kerajinan para warga binaan, baik itu batik, roti, kue-kue, kerajinan tangan berupa rajutan, dan lainnya, bisa dijual langsung ke luar, oleh koperasi yang dibentuk. “Saya harap pemberdayaan dan pelatihan ini, menjadi modal warga binaan perempuan menjadi pengusaha kecil menengah yang handal serta tangguh,” pungkasnya.(Ant)

Lihat juga...