Warga Mengeluh, Anies Perintahkan Dirut TransJakarta buat Jalur Alternatif

Editor: Satmoko Budi Santoso

395

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat menyempatkan diri menggunakan TransJakarta di halte Gelanggang Remaja sampai ke halte Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur, selama menggunakan TransJakarta dirinya menyapa sekaligus mendengar curhatan warga pengguna TransJakarta.

Anies mendapatkan saran dan evaluasi dari para pengguna TransJakarta dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Menurut Anies, pelayanan TransJakarta telah nyaman namun masih perlu ditingkatkan lagi hingga tambah lebih baik.

“Naik Transjakarta tadi nyaman. Namun, perlu ada hal-hal yang perlu kita tingkatkan. Terutama yang menjadi keharusan untuk ditingkatkan adalah jalur-jalur yang tidak ada Movement Concrete Barrier-nya (MCB), sehingga membuat jalan jadi tersendat, dan juga beberapa titik yang berada di wilayah konstruksi berat pembangunan LRT. Tapi, secara umum oke,” kata Anies di lokasi, Jakarta Timur, Senin (3/12/2018).

Orang nomor satu di Ibu Kota Jakarta ini mengatakan, warga mengusulkan adanya jalur alternatif TransJakarta selama berlangsungnya konstruksi LRT khususnya di depan kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jalan MT Haryono.

“Warga mengeluhkan kemacetan berlebihan di sekitar Cawang, sekitar depan BNN, apa nama jalannya? Jalan MT Haryono, itu yang utama,” ujarnya.

Usai mendapati laporan itu, Anies berencana akan membuatkan jalur alternatif untuk rute atau jalur bus Transjakarta yang terdampak macet akibat adanya pembangunan proyek Ligh Rail Transit (LRT). Salah satu usulan yang ditampung Anies yakni bus dengan arah Harmoni bisa melewati Pramuka.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI akan mengusulkan pada Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Agung Wicaksono, supaya membuat jalur alternatif mengingat tujuan utama transportasi massal memfasilitasi masyarakat sampai tujuan dengan cepat dibandingkan kendaraan pribadi.

“Karena bagi mereka yang akan ke Harmoni terhalang sekali. Nanti biar saya teruskan sama dirut saja biar dicek. Tapi intinya memang kita perlu melihat tempat-tempat yang sedang ada konstruksi berat,” terang Anies.

Menurutntya, masukan warga tersebut bakal dikaji lagi ke Dirut PT TransJakarta dalam mengurangi kemacetan di jalur tersebut. Agar transportasi umum lebih cepat dan efisien dari kendaraan pribadi.

“Karena tujuan umum kendaraan massal adalah memfasilitasi agar lebih cepat daripada kendaraan pribadi. Lebih cepat, dan mengurangi kemacetan, jadi nanti kita coba cari solusinya. Kalau perlu ada rute baru dan sementara biar disiapkan,” ungkapnya.

Selain itu Anies melihat sendiri banyak motor, mobil, hingga metromini menerobos jalur TransJakarta di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur. Anies menyampaikan, petugas PT Transjakarta harus selalu stand by untuk sterilisasi busway. Sebab, kebanyakan warga selama ini belum patuh terhadap aturan.

“Harus ada penjaga yang memang menutup (sterilisasi busway). Di kita ini nggak cukup hanya dengan rambu-rambu. Pada kenyataannya, mayoritas belum taat hukum, baru taat penegak hukum,” tuturnya.

Di samping itu, dengan adanya peningkatan pelayanan TransJakarta, Anies meyakini integrasi transportasi melalui Jak Lingko di DKI Jakarta akan membuat jangkauan pelayanan menjadi lebih luas.

“Dengan integrasi itu membuat Transjakarta bisa punya banyak penumpang, karena meter pertama dan terakhirnya tersambungkan dengan angkutan mikro, angkot, bus medium. Dengan begitu yang naik Transjakarta bisa meningkat jumlahnya. Kita akan memerlukan lebih banyak lagi armadanya, baik armada Transjakarta maupun armada yang mikro. Mereka harus menjangkau lebih luas lagi,” terangnya.

Diberitahukan, saat berjalan di jembatan penyeberangan orang (JPO) menuju halte, Anies melihat sejumlah pengendara sepeda motor menerobos jalur khusus transjakarta (busway). Ada pula mobil, mobil polisi, dan metromini yang menggunakan busway.

Kemudian Anies mengeluarkan ponsel dan memotret pemandangan itu. Setelah itu, Anies masuk ke dalam halte dan berbincang dengan beberapa warga. Setelah menunggu beberapa menit, Anies naik bus transjakarta ke Halte PGC. Selama perjalanan, Anies berbincang dengan warga dan petugas on board bus.

“Tadi yang di sekitar Otista kelihatan kan pelanggaran-pelanggarannya itu. Banyak saya foto tadi, nanti dikirimkan ke Dirut Transjakarta biar dijagain,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...