Warga Perbukitan di Lebak Diimbau Waspadai Longsor

Longsor, ilustrasi -Dok: CDN

LEBAK – Masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diimbau mewaspadai potensi longsoran tanah.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi, mengatakan, saat ini warga yang tinggal di daerah perbukitan dan pegunungan di daerah tersebut, mencapai ribuan Kepala Keluarga (KK). “Selama ini, daerah perbukitan rawan bencana longsoran tanah, jika curah hujan cenderung meningkat,” tandasnya, Minggu (16/12/2018).

Belum lama ini, tercatat enam rumah warga dan sebuah musala, mengalami kerusakan akibat longsor. Beruntung, bencana longsor di Desa Giri Mukti Kecamatan Cilograng tersebut, tidak menimbulkan korban jiwa. Karena itu, Dia mengajak masyarakat, yang tinggal di daerah perbukitan, agar mewaspadai potensi longsor. Kewaspadaan berguna untuk mengurangi risiko kebencanaan. “Kita meminta agar meningkatkan kewaspadaan terutama jika curah hujan tinggi,” tandasnya.

Menurut Kaprawi, saat ini, daerah perbukitan yang masuk rawan longsoran tanah terdapat di 15 kecamatan. Antara lain Kecamatan Lebak Gedong, Cibeber, Cipanas, Cilograng, Muncang, Sobang, Gunungkencana, Bojongmanik, Cimarga, Panggarangan, Cihara, Bayah, Cikulur, Cihara dan Cigemblong. Semua daerah itu, topografinya berupa perbukitan, pegunungan, dan juga kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). “Kami minta warga waspada jika hujan tinggi,terutama malam hari, karena khawatir terjadi longsor,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...