Warga Tidak Mampu Dibantu Kredit Sanitasi

Ilustrasi - Dok CDN

MAGELANG – Warga tidak mampu di Kota Magelang dibantu membuat saluran sanitasi. Bantuan melalui program kredit sanitasi, diberikan oleh Perusda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Magelang, bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pemerintah Kota Magelang.

Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina, mengatakan, permasalahan akses sanitasi sehat dan layak, merupakan problem yang membutuhkan perhatian bersama. Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah meminta Bank Magelang membantu menyediakan kredit berbunga ringan, bagi warga yang ingin mengajukan pinjaman untuk membangun sanitasi di rumahnya. “Sehingga problem Buang Air Besar Sembarangan (BABS), yang menjadi salah satu dampak sanitasi tidak layak bisa diselesaikan,” ujarnya, Sabtu (15/12/2018).

Penandatanganan perjanjian kerja sama program mikro kredit sanitasi antara PD BPR Bank Magelang dengan Disperkim Kota Magelang, telah dilakukan di Hotel Atria Kota Magelang, Jumat (14/12/2018). Layanan kredit itu diklaim, memiliki suku bunga rendah bagi masyarakat setempat. Sehingga harapannya, masyarakat akan dapat memiliki akses sanitasi layak dengan mudah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkim Pemkot Magelang, Handini Rahayu, mengatakan, program kredit sanitasi itu untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau kurang mampu. Pemerintah daerah selama ini memiliki program penyediaan prasarana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), baik dengan APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan provinsi, maupun bantuan pemerintah pusat.

Prasarana IPAL, hanya membuat sambungan hingga depan rumah warga, atau tidak sampai dalam rumah. “Untuk sambungan dari luar sampai ke dalam rumah, warga harus swadaya, sehingga masyarakat yang tidak mampu itu masih butuh dukungan dana,” tandasnya.

Direktur Utama PD BPR Bank Magelang, Hery Nurjianto, mengatakan, besaran bunga untuk kredit sanitasi, 0,7 persen per bulan. Jangka waktu maksimal selama dua tahun. “Besaran bunga ini masih lebih rendah dibanding kredit-kredit lainnya,” tandasnya. Dalam program itu, pihaknya tidak membatasi plafon anggaran, maupun besaran minimal dan maksimal pinjaman yang diajukan warga. Nilai pinjaman, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah tangga.

Kredit sanitasi, pertama kali dilaksanakan di Kota Magelang. “Tujuannya membantu pemerintah dalam mewujudkan akses sanitasi sehat serta tercapainya Open Defecation Free (ODF) atau bebas BABS,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...