hut

Widyawati Berharap Film Indonesia Menginspirasi Masyarakat

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Dapat penghargaan menjadi keharuan tersendiri bagi Widyawati, apalagi penghargaan ini khusus untuk pengabdian seumur hidupnya di dunia yang telah membesarkan namanya. Dunia perfilman yang mengasah talenta, kemampuan akting, bahkan kehidupannya.

Widyawati bersyukur atas penghargaan tersebut. Ia berterima kasih kepada ibunya, sosok yang berperan penting dalam kariernya di dunia film. Juga kepada Sophan Sophiaan, pasangan mainnya dalam film dan juga sekaligus pasangan dalam kehidupan nyata.

“Saya selalu bersyukur, karena beliaulah saya bisa berada di sini, ibunda saya Aryati,” kata Widyawati seusai menerima penghargaan Lifetime Achievement Award (penghargaan khusus untuk pengabdian seumur hidup) dalam acara Malam Anugerah Piala Citra 2018 di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (9/12/2018) malam.

Bagi perempuan kelahiran 12 Juli 1950, ibunya adalah orang yang mengenalkan dirinya pada dunia film dan para pelaku industri hiburan tersebut.

“Beliau yang menggiring saya ke sini, karena beliau yang sering mengajak saya ke lokasi syuting, dan kemudian mempertemukan saya dengan tokoh-tokoh perfilman. Di balik itu beliau membimbing saya ke sana, untuk ikut main film juga,” kenang artis yang berjaya sejak dekade 1970-an hingga sekarang.

Kenangan Widyawati pada masa-masa mulai menapak di dunia film, yang kemudian mempertemukan dirinya dengan Sophan Sophiaan (almarhum), pasangan mainnya dalam film dan juga sekaligus pasangan dalam kehidupan nyata.

“Saya berada dalam dunia perfilman ini hampir 50 tahun lebih dari film yang dulu masih hitam-putih, alhamdulillah, hingga sampai sekarang ini. Saya merasakan begitu nikmat dan mendapatkan segalanya dunia perfilman, mendapatkan popularitas dan mendapatkan suami juga,” beber artis yang namanya mulai melambung saat bermain sebagai Yuli dalam Pengantin Remaja (1971) bersama Romi yang diperankan almarhum Sophan Sophiaan.

Widyawati ingin diberi kesehatan dan kesempatan untuk tetap dapat menjalani karier dalam dunia perfilman. “Entah sampai kapan, semoga saya diberi umur panjang dan kesempatan untuk tetap eksis dalam dunia perfilman,” harapnya.

Sudah lama malang-malintang dalam dunia perfilman, Widyawati menganggap akting adalah berperan sebagai salah satu tokoh, dimana ia memang harus dapat mendalami karakter seseorang dalam kisah kehidupan sebaik mungkin.

“Kadang tokoh dalam film itu yang menginspirasi saya, karena itu saya jadi merenung dan kemudian berpikir hingga sampai bertanya-tanya, kok ada orang baik sekali, yang begitu sederhana, bijak dan sangat bersahaja, coba kalau saya bisa seperti itu, “ tuturnya.

Widyawati berharap, semoga film Indonesia selalu dapat menginspirasi masyarakat. “Film tak hanya tontonan semata, tapi juga bisa menjadi tuntunan dengan kisah-kisah inspiratif dan edukatif, “ simpulnya.

Widyawati menyampaikan, harapan film Indonesia selalu dapat menginspirasi masyarakat adalah harapan kita semua.

“Kita semua bisa saling mengisi apapun, selama kita bisa saling memberi itu tentu akan ada take and give, timbal balik, agar seimbang, saya kira tidak hanya dalam dunia perfilman, tapi juga dalam bidang apapun, saling menghargai tanpa ada rasa perbedaan kepentingan, hingga kita bersama merasakan hidup penuh perdamaian,” pungkasnya.

Lihat juga...