WTM: Peluang Bisnis Daun Kelor Harus Dimanfaatkan Petani

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Kelor atau Marungga dan di Flores biasa dinamakan Merungge merupakan salah satu tanaman yang mengandung nutrisi yang sangat penting bagi kesehatan dan banyak tumbuh di berbagai wilayah di provinsi NTT.

Daun Kelor
Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Carolus Winfridus Keupung. Foto : Ebed de Rosary.

“Kami sangat mendukung upaya pemerintah provinsi NTT untuk mengembangkan kelor. Pohon ini tidak terlalu rumit menanamnya dan manfaatnya sangat luar biasa bagi kesehatan,” sebut Carlus Winfridus Keupung, direktur Wahana Tani Mandiri di Maumere, Senin (10/12/2018).

Dikatakan Win, sapaannya, kelor merupakan salah satu sayuran yang mudah didapat, enak dimakan.

Memang di NTT orang masih berpendapat pohon kelor hanya tumbuh di daerah kering saja.

”Ini keliru, padahal daerah Flores pada umumnya sangat cocok untuk pengembangan kelor. Seandainya setiap rumah memiliki satu pohon saja, maka akan memberi dampak terhadap ketersediaan sayuran dan bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga,” ungkapnya.

Dampak kesehatannya pun luar biasa, sebab selain bergizi, juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit apabila selalu mengkonsumsi daun kelor.

WTM sangat mendukung pengembangan kelor, yang pertama untuk dikonsumsi masyarakat, untuk dijadikan sayur dan bermanfaat bagi kesehatan.

“Selain itu peluang tanaman kelor juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan perkebunan kelor. Tentunya ini akan memberikan pendapatan lebih bagi petani dan sangat bagus,” ungkapnya.

WTM senang bila ada petani yang menanam kelor dalam jumlah besar sehingga bisa diproduksi secara massal. Sesudahnya kelor harus dijadikan tepung atau dibuatkan kapsul untuk dijual ke luar daerah.

“Peran ini harus diambil petani, bukan orang dari luar daerah yang mengambil peluang ini untuk dijadikan lahan bisnis. Pemerintah harus mendorong petani untuk menanam kelor,” tegasnya.

Juga harus didorong industri rumah tangganya untuk produksi lanjutan agar nilai jualnya lebih besar. Harus ada upaya untuk mendorong pengembangan industri rumah tangga untuk pengolahan kelor.

Sebelumnya, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat bertatap muka dengan kepala daerah dari kabupaten Lembata, Flores Timur dan Sikka memberikan kepada para bupati anakan kelor untuk ditanam.

Viktor meminta agar para bupati bisa mendorong masyarakat dan petani pada khususnya untuk menanam kelor agar dapar dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru.

“Kami akan kembangkan kelor sebagai pohon masa depan yang bisa diandalkan untuk mengatasi kekurangan gizi dan stunting. Tanaman ini akan menjadi devisa baru bagi NTT,” tegasnya.

Lihat juga...