Wujudkan Stabilitas Harga Pangan, Pemprov DKI Kolaborasi Antar-Daerah

Editor: Satmoko Budi Santoso

172

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan, Jakarta masih menemui beberapa kendala terhadap kebutuhan pokok seperti pangan bagi masyarakat. Salah satu kendalanya, yakni efisiensi biaya transportasi komoditas ke Jakarta, masih belum maksimal.

Pasalnya, pasokan pangan Jakarta saat ini masih bergantung pada sejumlah daerah. Lahan di Jakarta amat terbatas untuk menyuplai kebutuhan, ditambah permintaan atas kebutuhan pokok warga Jakarta terus meningkat.

“Kedua, rantai pasokan pangan ini belum efektif. Ketiga, 98 persen dari pasokan pangan di DKI  bergantung dari daerah produsen. Tentu saja karena kita punya keterbatasan di lahan baik pertanian, peternakan, untuk menyuplai kebutuhan di DKI Jakarta. Ditambah demand-nya meningkat terus,” ucap Anies di Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018).

Anies menjelaskan, meningkatnya permintaan itu salah satunya disebabkan pertambahan penduduk dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Melihat kondisi tersebut, Anies menginginkan adanya stabilitas harga di Jakarta dengan memperhatikan keseimbangan penawaran dan permintaan (supply and demand) masyarakat.

“Karena itu di DKI kita membagi tugas, SKPD merumuskan dan memastikan besaran demand. BUMD memikirkan supply. Dari situ harapannya kita bisa memastikan pasokan di DKI Jakarta sesuai dengan kebutuhan,” tutur Anies.

Anies kemudian memaparkan, data kebutuhan pangan masyarakat Jakarta seperti komoditas beras, telur, daging, maupun sayur-mayur. Anies berharap, stabilitas harga-harga antara produsen dan konsumen terjaga baik.

“Kita menyaksikan adanya perbedaan karakteristik, kemudian potensi sumber daya alam,  kita perhatikan. Ujungnya bagi kami di DKI ingin menjaga inflasi, stabilitas harga produsen konsumen. Harapannya bisa meningkatkan ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, dia menyampaikan berbagai potensi kolaborasi antar-daerah bisa dilakukan, salah satunya kerja sama untuk mewujudkan stabilitas harga pangan di Jakarta. Menurut orang momor satu di Jakarta itu, dari perhitungan itu baru bisa memastikan pasokan di DKI Jakarta apakah sudah sesuai dengan kebutuhan.

Melalui Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (Raker APPSI), Anies berharap kerja sama antar daerah antara Pemprov maupun BUMD Pangan (Food Station Tjipinang Jaya, Dharma Jaya, dan Pasar Jaya) dapat mengamankan pasokan pangan termasuk menjaga stabilitas harga.

“Kita ingin ada kerja sama informasi antar daerah untuk pasokan dan harga. Jadi, kita bisa mengetahui demand yang ada dan supply yang mungkin muncul antar daerah. Harapan kita untuk forum ini ada potensi yang bisa kita kerja samakan,” katanya.

Selama ini, Anies telah melakukan kerja sama antar daerah untuk menjawab permintaan komoditas pangan di Jakarta, menyederhanakan mata rantai distribusi, melakukan operasi pasar maupun bazar, serta keterbukaan akses data komoditas melalui kanal Informasi Pangan Jakarta.

Diberitahukan, agenda Raker APPSI kali ini adalah evaluasi pelaksanaan program kerja sama perdagangan produk unggulan antar daerah. Raker APPSI sendiri berjalan sejak Rabu (5/12) sampai dengan Jumat (7/12) dan dihadiri oleh perwakilan 34 Pemprov seluruh Indonesia.

Kegiatan ini pula dimeriahkan oleh bazar produk unggulan dari BUMD Pemprov DKI Jakarta, seperti MRT Jakarta, Dharma Jaya, Food Station Tjipinang Jaya, dan Dharma Jaya.

Baca Juga
Lihat juga...