20 Orang di Banyumas Positif DBD

Editor: Satmoko Budi Santoso

514

PURWOKERTO –  Sejak bulan Desember 2018 hingga minggu kedua bulan Januari ini, sebanyak 20 orang di Kabupaten Banyumas dinyatakan positif terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Angka ini diperkirakan masih bisa bertambah, mengingat sekarang sudah memasuki musim penghujan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, mengatakan, pada bulan Desember 2018, ada 15 orang yang positif DBD dan memasuki minggu kedua bulan Januari ini, sudah ada lima orang yang postif DBD.

ʺTotal penderita DBD ada 20 orang, mereka berasal dari Desa Pandak, Kecamatan Baturaden. Kemudian ada yang dari Perumahan Griya Satria, Kelurahan Sumampir, Kecamatan Purwokerto Utara. Dari Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kecamatan Patikraja, dan Kecamatan Karanglewas. Penyebaran DBD sudah mulai meluas,ʺ jelas Sadiyanto, Jumat (11/1/2019).

Pada minggu pertama di bulan Januari kemarin, ada empat warga Desa Pandak yang dinyatakan positif terkena DBD.

Selain itu, 13 warga lainnya menjalani perawatan dengan gejala DBD. Memasuki minggu kedua, penyebaran DBD sudah merambah ke wilayah perkotaan, sehingga warga diminta untuk lebih waspada.

Sadiyanto meminta warga Banyumas untuk menggiatkan kembali gerakan Jumat bersih dan Minggu bersih. Minimal dua kali dalam satu minggu, warga diminta untuk membersihkan lingkungan sekitar melalui gerakan tersebut.

ʺTingkatkan kebersihan lingkungan dengan cara kerja bakti, giatkan kembali gerakan Jumat bersih dan Minggu bersih. Selain itu Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) harus rutin dilakukan. Jangan berhenti selama musim penghujan ini dan jangan malas untuk membersihkan rumah kita. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati,ʺ terangnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tanggap, jika ada anggota keluarga atau warga sekitar yang sakit dan mengalami gejala panas tinggi, segera dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit atau dokter terdekat.

Gejala panas dan demam, harus segera ditangani dan dilakukan pemeriksaan, supaya tidak terlambat dalam penanganan, jika ternyata positif DBD.

ʺSelama musim pancaroba hingga memasuki musim penghujan, kasus DBD meningkat. Hanya dalam waktu 1,5 bulan, sudah ada 20 orang positif DBD. Ini warning bagi masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan,ʺ pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...