2018, Pajak Daerah Balikpapan Capai 97 Persen

Editor: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Perolehan Pajak Daerah Kota Balikpapan tahun 2018 mencapai 97 persen dari target sebesar Rp491 miliar. Dari perolehan pajak tersebut tiga sektor tak mencapai target.

Tiga sektor yang tak penuhi target itu diantaranya pajak bumi bangunan (PBB), pajak parkir dan pajak mineral bukan logam. Sedangkan delapan sektor mampu penuhi target pencapaian dari 11 sektor pajak daerah.

“Sebenarnya pajak parkir hampir mencapai 100 persen atau 99,6 persen hingga akhir tahun 2018. Perolehan pajak parkir mencapai Rp20 miliar,” ucap Sekretaris Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BP2DRD), Haemusri Umar.

Adapun penyebab tidak tercapainya pajak parkir tersebut, menurutnya, keberadaan Bandara APT Pranoto di Samarinda, karena pajak parkir terbesar ada pada parkir di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan.

“Dua parkir yang terbesar yaitu di mall BSB dan Balikpapan Plaza. Dengan kehadiran bandara di Samarinda, maka masyarakat memilih yang lebih dekat sehingga mempengaruhi perolehan pendapatan pajak parkir,” paparnya, saat ditemui, Rabu (9/1/2019).

Sedangkan penyebab tidak tercapainya pajak minerba, disebutkan Haemusri Umar, berdasarkan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan, pajak minerba tak boleh lagi dipungut per Maret 2018.

“Sehingga realisasinya tidak signifikan. Hal itu kebijakan pusat, daerah hanya mengikuti,” imbuhnya.

Ia menambahkan, target pajak bumi bangunan pada tahun 2018 mencapai Rp122 miliar, namun pencapaiannya hanya Rp90 miliar. Tidak tercapainya karena ada sejumlah data yang perlu diverifikasi kembali, seperti yang telah dilakukan pemekaran.

“Kami akan mencoba melalui program updating data. Kemudian dari data-data yang ada kita simpulkan, dari verifikasi piutang yang belum terverifikasi dari data yang ada,” tutupnya.

Lihat juga...