2018, Produksi Padi di Kalbar Capai 1,62 Juta Ton

197

PONTIANAK – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kalbar, Heronimus Hero mengatakan, produksi padi di Kalbar pada 2018 mencapai 1,62 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

“Produksi padi yang ada tersebut hasil dari musim tanam periode Oktober 2017- Maret 2018 dan April – September 2018,” ujarnya di Pontianak, Jumat.

Ia menambahkan, bahwa produksi yang dicapai tersebut dari luas tanam sekitar 600 ribuan hektare yang tersebar di 14 kabupaten atau kota di Kalbar.

“Secara umum dari sisi produksi dan luas tanam padi di Kalbar pada 2018 dari target Kementerian Pertanian dan target program kita sudah tercapai,” papar dia.

Menurutnya, dilihat dari produktivitas padi di Kalbar masih perlu ditingkatkan karena masih berjalan stagnan dan hal itu terus menjadi perhatian pihaknya.

“Provitas tanaman padi kita saat ini baru bergerak di 3 ton per hektare. Itu tentu menjadi tugas dan pekerjaan rumah untuk ditingkatkan lagi,” jelas dia.

Untuk tahun 2019 ini sendiri, dikatakan dia, meski belum ada angka pasti untuk target dari Kementerian Pertanian dan daerah, namun diperkirakan ada sebesar 1,7 juta ton GKG.

“Target 2019 tinggal menunggu Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah di 14 kabupaten atau kota di Kalbar. Diperkirakan sekitar 1,7 juta ton GKG,” jelas dia.

Sementara, kata dia, untuk tanaman hortikultura sendiri seperti cabai dan bawang di Kalbar juga sudah cukup menggembirakan. Meskipun tanaman tersebut tidak menjadi fokus agar surplus.

“Cabai dan bawang tidak kita targetkan untuk surplus. Saat ini kita baru sebatas atau hanya fokus pada menstabilkan harga,” paparnya.

Ia menjelaskan, kestabilan harga yang dimaksud yakni harga yang diperoleh petani jangan sampai merugi. Begitu juga dengan masyarakat yang membutuhkan komoditas tersebut tidak terlalu tinggi.

Menurutnya, selama ada program cabai dan bawang baik secara nasional hingga ke daerah, harga cabai dan bawang cenderung stabil.

“Kita melihat tidak ada fluktuasi harga seperti beberapa tahun sebelumnya yang mencapai ratusan ribu rupiah per kilogram. Cabai pernah ratusan ribu dan kini hanya bergerak di kisaran Rp50 ribuan saja. Nah, itu harga yang seimbang di mana petani tidak rugi dan petani tidak keberatan,” papar dia. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...