2019, Festival Koli Baran dan Balae Nagi Digelar

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA –  Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim), kembali akan menggelar dua festival besar pada 2019, yakni festival Koli Baran dan Festival Balae Nagi.

Sebelumnya, pada 2018, juga pernah diadakan dua festival besar, yakni Nubun Tawa di Lewolema dan festival Nagi Tana.

“Saya telah melakukan launching dua festival ini, saat menutup festival Nagi Tana menjelang akhir tahun 31 Desember 2018, lalu. Dua festival ini masuk dalam dua kalander pariwisata Flotim 2019,” sebut Bupati Flotim, Antonius Gege Hadjon, ST., Minggu (6/1/2019).

Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon,ST., -Foto: Ebed de Rosary

Dua festival besar yang akan digelar pada 2019, ini, kata Anton, sapaan akrabnya, yakni festival Koli Baran di pulau Adonara. Sementara satu festival lagi, yakni festival Balae Nagi akan dilaksanakan selama sebulan penuh pada April nanti.

“Setelah tahun 2018, kita menggelar festival Nubun Tawa di Flores daratan, tahun 2019 kita gelar festival di pulau Adonara dan tahun 2020 di pulau Solor. Festival Nubun Tawa tetap digelar, tetapi pemerintah memberikan peran kepada masyarakat untuk mengelolanya,” tuturnya.

Ke depan, kata Anton, pemerintah akan melihat bila pelaksanaannya sudah bagus, maka akan ditetapkan menjadi kalender tetap tahunan. Dengan begitu, dalam setahun akan ada festival di Flores daratan, pulau Adonara dan Solor.

Menurut Anton, Festival Bale Nagi atau Pulang Kampung, sengaja digelar pada April, termasuk di dalamnya ritual keagamaan Semana Santa yang telah mendunia.

Pada saat tersebut, banyak orang Flores Timur yang berada di tanah rantau akan kembali ke kampung halaman (Bale Nagi), mengikuti ritual keagamaan Semana Santa.

“Saat Semana Santa, banyak peziarah domestik dan mancanegara yang datang ke kota Larantuka, dan jumlahnya mencapai puluhan ribu orang. Jadi, selain mengikuti ritual keagamaan, wisatawan juga sekalian mengikuti serangkaian acara festival Bale Nagi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Flotim, Apolonia Korebima, mengharapkan adanya kerja sama dan dukungan dari semua pihak dan masyarakat, demi suksesnya penyelenggaraan dua festival sepanjang tahun 2019 ini.

Pemerintah, katanya, tentunya tidak bisa bekerja sendirian, sehingga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) serta  komunitas-komunitas kreatif yang ada di Flotim.

“Mari kita semua terus mempromosikan dan menggiatkan pariwisata Flotim, agar semakin banyak orang yang datang berkunjung ke Flotim, bukan saja saat pekan Semana Santa saja,” tuturnya.

Penyelenggaraan festifal Nubun Tawa di Kecamatan Lewolema, tambah Apolonia, bisa dikatakan sukses. Semua itu berkat kerja sama dan dukungan yang sangat besar dari masyarakat, yang sangat antusias mementaskan berbagai ritual dan kegiatan seni budaya.

“Kami sangat senang, ternyata masyarakat dengan diberi peran untuk mengelola pariwisata, mereka bisa menyelenggarakan dengan sebaik mungkin. Nantinya di Adonara dan Solor pun akan seperti itu,” sebutnya.

Di Solor Barat, ungkap Apolonia, juga dilaksanakan festival seni budaya di pantai Riangsunge. Meskipun masih berskala lokal kecamatan, namun ini menjadi bukti masyarakat bisa menyelenggarakan, festival meskipun pemerintah tidak terlibat.

Lihat juga...