2019, Stunting Jadi Perhatian Pemerintah Kota Balikpapan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

265

BALIKPAPAN — Tekan angka penderita stunting menjadi fokus Pemerintah Kota Balikpapan di tahun 2019. Melalui Dinas Kesehatan, ibu hamil hingga melahirkan akan terus dipantau dalam pemenuhan gizi anak.

Stunting
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Balerina JPP. Foto: Ferry Cahyanti

Dinas Kesehatan Kota Balikpapan menyebutkan, ada lebih 605 anak di kota Balikpapan yang terdeteksi stunting. Kondisi gagal pertumbuhan tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

“Menanggulanginya bukan hanya dimulai pada anak karena mungkin saja tidak bisa ditangani. Jadi pada remaja, misal supaya tidak anemia maka diberikan tablet vitamin penambah darah khususnya perempuan yang sedang menstruasi,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Balerina, Jumat (11/1/2019).

Pemantauan kesehatan dan gizi juga dilakukan ketika menikah dan hingga masa melahirkan. Menurut Balerina, pada seribu hari kelahiran gizi bayi harus terpantau dengan baik karena mempengaruhi pertumbuhan si anak.

“Pada seribu hari pertama kelahiran, anaknya atau sang bayi juga harus dijaga kebutuhan gizinya,” ucap Balerina.

Sementara itu, Wali kota Balikpapan, Rizal Effendi mengungkapkan, dalam penanggulangan stunting, pihaknya juga melakukan pencanangan penjaringan kepada anak sekolah.

“Penjaringan mulai dilakukan sejak akhir tahun 2018, dan tahun ini proses maupun pencegahan terus dilakukan,” tandasnya.

Hal itu dilakukan untuk memantau langsung kasus stunting di sekolah dan langsung diberikan penanganan oleh tim. Rencana aksi daerah dalam pencegahan dan penanganan kasus stunting sebagai tindak lanjut diterbitkannya surat keputusan (SK) walikota Balikpapan tentang tim pencegahan dan penanganan kasus stunting.

“Kami mulai dengan melakukan pendataan di sekolah-sekolah. Tinggi anak-anak diukur dulu baru nanti dipetakan. Mulai dari TK, SD hingga SMP,” ujar Rizal Effendi.

Baca Juga
Lihat juga...