30 Warga Sikka Terserang DBD

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

218

MAUMERE — Jumlah pasien yang teridentifikasi terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten Sikka terus mengalami peningkatan setiap harinya. Terutama saat ini memasuki musim penghujan.

Demam Berdarah
Kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH. Foto : Ebed de Rosary

“Jumlah penderitanya sudah mencapai 30 orang saat ini. Berasal dari 12 kecamatan yang ada di kabupaten Sikka,” sebut dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH, Jumat (25/1/2019).

Jumlah terbanyak, sebut Maria, berada di kecamatan Alok sebanyak enam orang disusul Kewapante empat orang, serta kecamatan Alok Timur sejumlah tiga orang. Korban terbanyak berasal dari anak-anak dan remaja.

“Penderita berusia lima hingga 15 tahun berjumlah tujuh orang, disusul umur di bawah lima tahun sebanyak delapan orang dan seorang bayi lainnya berusia di bawah setahun,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi melonjaknya kasus demam berdarah, kata Maria, pemerintah kabupaten Sikka melalui dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya. Pihaknya sudah mengantisipasi jauh-jauh hari mengingat tahun 2019 merupakan siklus tiga tahunan Kejadian Luar Biasa demam berdarah.

“Bupati Sikka juga telah mengeluarkan edaran tentang sistem kewaspadaan dini. Surat kepada para camat untuk melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 4 M plus yakni menutup, menguras, mengubur, dan memantau jentik nyamuk,” bebernya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) pun tambah Maria, melakukan rapat kordinasi dengan lima camat dalam kota yang jumlah kasus DBD paling banyak. Selain itu rapat kordinasi bersama para kepala puskesmas, petugas sanitasi puskesmas di Dinkes untuk langkah-langkah strategis PSN juga dilakukan.

“Petugas juga melakukan pemantauan jentik bersama pihak kelurahan dan desa. Kami juga melakukan gerakan satu rumah satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik) serta pembagian abate ke masyarakat,” jelasnya.

Kepala seksi Pencegahan dan Pengendalian penyakit Menular dinas Kesehatan kabupaten Sikka Avelinus S. Nong Erwin menjelaskan, nyamuk Aedes bisa menghasilkan 100 sampai 300 telur. Telur bisa bertahan selama enam bulan hingga satu tahun.

“Nyamuk Aedes yang mengandung virus Dengue akan menghasilkan telur yang juga positif mengandung virus Dengue sebagai penyebab demam berdarah. Jadi, 10 nyamuk Aedes positif dengue akan menghasilkan paling kurang seribu telur positif dengue,” terangnya.

Kegiatan fogging yang telah dilakukan tandas Erwin, hanya akan membunuh nyamuk dewasa sementara telur yang akan menetas dan menjadi nyamuk tidak bisa dibasmi.

“Gerakan 4 M Plus yakni menutup, mengubur, menguras da memantau merupakan cara yang efektif untuk mencegah demam berdarah. Tugas ini yang harus dilakukan masyarakat dan jauh lebih efektif mencegah demam berdarah,” ujarnya.

Lihat juga...