414 Tenaga Kerja Asing Masuk Manokwari pada 2018

260

MANOKWARI — Sebanyak 414 tenaga kerja asing (TKA) dari sejumlah negara masuk ke Manokwari, Papua Barat, selama tahun 2018.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Manokwari, Abdullah, mengatakan pada tahun lalu pihaknya menerbitkan sebanyak 414 izin tinggal sementara bagi TKA.

Mereka bekerja pada berbagai bidang di wilayah Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, dan beberapa daerah lain wilayah kerja Kantor Imigrasi Manokwari.

“Tenaga ahli ada 164 orang, 96 orang bidang konstruksi dan bangunan, 61 orang bidang perindustrian, 27 orang di bidang perdagangan dan beberapa bidang lainya ada 66 orang,” katanya di Manokwari, Rabu (9/1/2019).

Penerbitan izin tinggal terbatas (ITAS) pada 2018, meningkat sebanyak lima persen dibanding tahun 2017, dari 388 bertambah menjadi 414 orang.

“Ada lima negara terbanyak yang mendatangkan tenaga kerja ke wilayah Manokwari dan sekitarnya. Dari China 167 orang, Amerika Serikat 32 orang, Italia 19 orang, Britania Raya dan Malaysia masing-masing 27 orang,” katanya.

Menurutnya, jumlah TKA asal China berkurang dari 262 orang pada 2017 menjadi 167 orang pada 2018. Penurunan jumlah TKA asal China selama setahun terkhir lebih dari 50 persen.

“WNA asal China rata-rata bekerja di perusahaan Semen PT SDIC Manokwari. Saat itu jumlahnya banyak karena sedang melakukan pembangunan konstruksi dan sekarang sudah jauh berkurang,” ujarnya.

Selain ITAS, kata dia, pada tahu 2018 pihaknya juga menerbitkan dua izin tinggal tetap (ITAP) masing-masing berasal dari Belanda dan Kanada. Keduanya menikah dengan warga setempat dan berniat menjadi penduduk daerah setempat.

Untuk izin tinggal kunjungan, Kantor Imigrasi Manokwari menerbitkan sebanyak 74 izin untuk berbagai kegiatan di daerah tersebut. Kegiatan ceramah atau seminar lima orang, kunjungan keluarga atau sosial 53 orang, bisnis tujuh orang dan beberapa kegiatan lain ada sembilan orang.

Izin Kunjungan ini masing-masing diberikan kepada warga negara India sebanyak 20 orang, Belanda 13 orang, China 12 orang, Pakistan 11 orang, dan Austria tiga orang. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...