hut

42 Warga Sikka Terkena DBD

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sebanyak 42 warga di Kabupaten Sikka, mayoritas anak-anak dan balita, menderita demam berdarah dengue (DBD). Ruang perawatan anak di RSUD TC Hillers Maumere pun tidak bisa menampung, sehingga terpaksa dirawat di ruang perawatan untuk orang dewasa.

“Untuk hari ini, pasien yang kami rawat di ruang perawatan anak sebanyak 16 orang anak. Semuanya menderita demam berdarah dan jumlahnya terus mengalami peningkatan,” kata dr.Mario B. Nara, dokter anak di RSUD TC Hillers Maumere, Senin (28/1/2019).

Dokter Mario B. Nara, dokter anak di RSUD TC Hillers Maumere. -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Mario, jumlah pasien demam berdarah mengalami peningkatan pesat sejak Januari 2019, akibat sudah memasuki musim hujan. Penderita berasal dari hampir seluruh kecamatan di kabupaten Sikka, yang dirujuk dari setiap Puskesmas.

“Saat ini sudah mulai musim hujan, sehingga banyak sekali pasien demam berdarah, termasuk anak-anak. Kita berharap, agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 4 M plus, yakni menutup, menguras, mengubur, dan memantau jentik nyamuk,” harapnya.

Irmawati, warga Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, yang ditemui di RSUD TC Hillers Maumere saat sedang menjaga anakanya di ruang perawatan, mengaku panik ketika melihat darah keluar dari hidung anaknya dan muntah darah.

“Anak saya, Nur Fidiah (2,9 tahun) mengalami demam sejak Rabu (23/1/2019), sehingga besoknya Kamis (24/1/2019) kami bawa ke Puskesmas Watubaing. Setelah diperiksa kesehatannya, dokter mengatakan anak saya terkena demam berdarah,” ujarnya.

Irmawati mengaku sempat kaget dan stres melihat kondisi anak balitanya yang mengeluarkan darah dari hidung. Untungnya, perawat segera merujuk anaknya ke RSUD TC Hillers Maumere, sehingga langsung ditangani dengan lebih baik dan kondisinya mulai membaik.

“Saya bersyukur anak saya cepat mendapatkan perawatan, sehingga sudah berangsur sembuh. Anak saya yang besar, Muhammad Rafir (9 tahun ) juga  sempat dirawat jalan di sini, karena terkena demam berdarah juga. Tapi, dia sudah bisa pulang hari Sabtu (26/1/2019),” ungkapnya.

Kondisi lingkungan tempat tinggalnya, kata Irmawati, banyak sekali sampah, terutama sampah plastik. Dirinya menduga, anaknya terserang demam berdarah karena kondisi lingkungan yang dipenuhi botol dan gelas bekas minuman.

Disaksikan Cendana News, selain balita, beberapa anak-anak pun terlihat dirawat di ruang perawatan anak di RSUD TC Hillers Maumere. Masing-masing dua ruang perawatan tersebut terdapat 8 orang penderita demam berdarah.

Hampir semua pasien demam berdarah terlihat masih lemas, meski sudah mendapatkan perawatan medis selama dua sampai tiga hari. Perawat dan dokter selalu melakukan pengontrolan setiap hari, dan bila kondisinya sudah membaik, pasien bisa dizinkan pulang dan menjalani rawat jalan.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com