70 Hektare Sawah di Aceh Barat Diserang Ulat Padi

172

MEULABOH — Serangan ulat padi meresahkan para petani di Desa Ranto Panyang, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

“Sudah dua minggu ini serangan ulat ditemukan di sawah merusak tanaman kami di sini. Kami khawatir padi akan terhambat masa pertumbuhan dan bisa mati karena ulat menggerogoti batang padi,” kata Tengku Dahlial di pematang sawahnya, Senin (7/1/2019).

Ia memperkirakan sekitar 70 hektare sawah di Desa Ranto Panjang Timur dan Ranto Panyan Barat terdampak serangan hama tersebut, yang menyerang batang hingga akar padi yang kebanyakan ditanam sebulan lalu.

Menurut Teungku Dahlial para petani menganggap fenomena serangan hama tersebut aneh karena datang di tengah cuaca panas. “Ulat ini biasanya menyerang tanaman padi disaat masih batangnya muda dan pada musim hujan,” katanya.

Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, serangan hama tersebut bisa menyebabkan padi mati atau pertumbuhannya terganggu.

“Ada yang tumbuhnya lambat dan ada yang mati. Kalau batang hingga akar tanaman digerogoti maka mati,” katanya.

Para petani berharap pemerintah turun tangan membantu mengatasi serangan ulat dengan kepala berwarna kehijaun dan badan berwarna putih bening.

“Salah satunya dengan turun membasmi hama ulat yang menyerang padi miliki kami, sebelum tanaman padi milik petani di sini semakin rusak,” katanya.

Petani di Desa Tumpok Ladang, Pasie Aceh Tunong, dan beberapa daerah sentra pertanian lain dalam dua pekan terakhir juga menghadapi serangan hama penggerek batang padi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...