Abon Nyi Upik dari Banyumas Tembus Pasar Luar Jawa

Editor: Koko Triarko

441
Abon sapi Nyi Upik, bisnis pensiunan PNS yang sudah menembus pasaran luar Jawa, hanya dalam waktu kurang sari satu tahun. Ada empat varian rasa yang ditawarkan. -Foto: Hermiana E. Effendi

PURWOKERTO – Usia tak menghalangi seseorang untuk berkarya, hal inilah yang dibutikan oleh Puji Prihatini (55) atau biasa disapa Bu Upik, pensiunan Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) Kabupaten Banyumas. Pascapensiun, ibu dua anak ini justru sukses menapaki bisnis kuliner. Bahkan, abon Nyi Upik produksinya sudah menembus pasaran luar Jawa.

Bisnis ini berawal dari hobi Bu Upik yang suka sekali makan abon. Terlebih saat ibunya membuat sendiri abon di rumah, rasanya jauh lebih enak dari abon yang dijual di toko-toko. Ia kemudian belajar resep abon istimewa dari sang bunda. Hasil olahannya dikirim ke beberapa teman dan ternyata responnya luar biasa.

ʺTeman-teman bilang, abon saya enak dan istimewa, saya lalu kebanjiran pesanan dari mereka, padahal awalnya saya hanya ingin berbagi hasil masakan saya saja,ʺ tuturnya, Selasa (1/1/2019).

Menurut istri dari Suryo Banendro ini, abon olahannya istimewa, karena ia memillih daging super, terutama bagian paha, yang seratnya lebih halus, tetapi tetap kesat. Sehingga sangat terasa dagingnya.

Mendapat dukungan dari teman-temannya, Bu Upik mulai merintis bisnis abon sapi pada pertengahan 2017.  Sebagai pensiunan PNS, ia paham betul aturan-aturan usaha. Sehingga sebelum dilempar ke pasar luas, Bu Upik mengurus semua perizinan untuk produk makanan olahan.  Mulai dari nama brand, desain dan bentuk kemasan, berbagai perizinan termasuk dari dinas kesehatan, hingga yang terakhir mengantongi sertifikasi halal dari MUI.

ʺBanyak teman yang suport usaha ini, bahkan salah satu teman saya waktu mencicipi abon, berkomentar ʼenaknya kebangetanʼ, sampai saat ini komentar tersebut jadi slogan abon Nyi Upik,ʺ kata Bu Upik.

Berkat penanganan bisnis yang profesional, tidak sampai satu tahun, pemasaran abon sapi Nyi Upik berhasil menembus luar Jawa.

Promosi penjualan melalui online, membuat abon produksi asli Banyumas ini merambah hingga ke Balikpapan, Banjarmasin, Padang, Lombok dan lain-lain.

Saat ini, abon sapi Nyi Upik juga sudah ditangani oleh lulusan sarjana teknologi pangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

ʺKemarin bulan Oktober, kita mendapat pesanan sampai 5 ribu pack dari Banjarmasin, dan alhamdulilah bisa kita penuhi dan konsumen puas. Saya sangat serius dengan usaha ini, dan ingin memberdayakan anak-anak muda untuk berkarya, karena itu untuk manajernya, dari anak muda lulusan Unsoed dan kita siap menerima order berapa pun,ʺ jelasnya.

Ada empat varian rasa abon yang diproduksi di jalan Tentara Pelajar, Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja ini, yaitu rasa original cenderung manis, gurih dan specy, dengan tiga level, yakni level 3 rasa gurih sedikit pedas, level 5 pedas sedang dan level 7 sangat pedas.

Yang menarik dari masing-masing rasa abon tersebut, semua bumbu alami tanpa bahan tambahan apa pun. Kemasan produk ini juga sangat berkelas, dikemas dua lapis dengan menggunakan aluminium foil dan dibungkus dalam dus khusus, dengan gambar pemandangan Baturraden, sebagai salah satu ikon Kota Purwokerto. Harganya pun sangat terjangkau, untuk kemasan 50 gram dibandrol Rp25.000.

Baca Juga
Lihat juga...