Abrasi Sungai di Kapuas Hulu Sulit Diatasi

Ilustrasi sungai di Kalimantan Barat -Foto: Dokumentasi CDN.

PUTUSSIBAU – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, kesulitan mengatasi longsor akibat abrasi sungai di sejumlah wilayah di Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

“Pemda sudah berupaya menganggarkan pembangunan penahan tebing atau barau, namun upaya itu belum bisa mengatasi abrasi di Kapuas Hulu,” kata Sekretaris Daerah Kapuas Hulu, H Muhammad Sukri, Rabu (2/1/2019).

Permasalahan abrasi di Kapuas Hulu, terjadi di beberapa kecamatan, yaitu Kampung Prajurit, Kecamatan Putussibau Utara, Desa Kara’am Kecamatan Embaloh Hulu, Desa Nanga Danau Kecamatan Kalis, Desa Sayut dan Desa Sungai Uluk di Kecamatan Putussibau Selatan, kemudian di Kecamatan Mentebah. Abrasi sulit diatasi, karena terjangan air waktu banjir cukup deras. Pemerintah daerah sudah mengalokasikan anggaran beberapa miliar rupiah, namun masih tetap tidak mampu mengatasi abrasi. “Salah satu solusinya adalah, memotong arus sungai ke aliran sungai terdekat, agar terjangan air tidak terlalu deras,” tambah Sukri.

Abrasi di Desa Sepan Padang, Kecamatan Kalis, sudah diusahakan dengan memotong jalur dan membuat pintas. “Kita tidak bisa melawan alam, sehingga tidak memungkinkan kita membangun lagi kontruksi menahan abrasi,” ucap Sukri.

Sementara di Kecamatan Mentebah, juga sudah dilakukan pemotongan jalur sungai untuk mengatasi abrasi. “Alhamdulillah, untuk di Mentebah sudah selesai, jika tidak, itu dapat berdampak ke pemukiman warga setempat, cara seperti itu mungkin bisa diterapkan di Embaloh Hulu,” tambahnya.

Hanya saja, abrasi aliran sungai Kapuas sulit diatasi menggunakan pembuatan pemintasan sungai, karena tidak ada anak sungai. “Memang cukup sulit jika dibangun kontruksi penahan tebing, diterjang banjir akan tetap roboh juga,” pungkas Sukri. (Ant)

Lihat juga...