hut

Akademisi Sesalkan Maraknya Penyelundupan TKI ke Malaysia

Ilustrasi

MEDAN — Dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, Prof Dr Budiman Ginting, sangat menyesalkan semakin maraknya pengiriman tenaga kerja Indonesia ilegal dari Tanjung Balai, Sumatera Utara ke Malaysia.

“Penyelundupan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri itu, harus dicegah dan tidak boleh dibiarkan,” kata Budiman, di Medan, Senin (28/1/2019).

Pengiriman TKI yang bermasalah tersebut, menurut dia, tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga akan menyengsarakan warga Indonesia yang pergi ke luar negeri.

“Karena pengiriman TKI tersebut, tidak melalui Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang resmi dan diakui oleh pemerintah,” ujar Budiman.

Ia mengatakan, setiap pengiriman TKI ke luar negeri, semestinya harus melalui PJTKI karena telah terdaftar di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

Selain itu, PJTKI tersebut melindungi TKI dan juga dapat mengetahui majikan yang berada di luar negeri yang menggunakan pekerja Indonesia.

“Jadi, pengiriman TKI melalui PJTI dianggap aman, dan tidak perlu disangsikan oleh warga masyarakat, karena perusahaan swasta tersebut juga terdaftar di Kemenaker,” ucap Dekan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Budiman menyebutkan, pengiriman TKI ke luar negeri, jika melalui agen “liar” atau tidak resmi akan menghadapi masalah hukum.

Bahkan, TKI ilegal maupun calo yang mengirimkan pekerja Indonesia itu, dapat dihukum berat.

“Warga masyarakat yang ingin menjadi TKI ke luar negeri harus ekstra hati-hati dan jangan mau terpengaruh dengan bujuk rayu calo maupun agen yang tidak bertanggung jawab,” kata Guru Besar Fakultas Hukum USU itu.

Sebelumnya, Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai-Asahan (LANAL TBA) menggagalkan upaya pengiriman puluhan orang diduga calon TKI ilegal ke Malaysia.

Penyelundupan itu digagalkan oleh Patkamla SLG II-I-57 Lanal TBA dari sebuah kapal nelayan, ketika berlayar di perairan Sungai Asahan.

Pihak intelijen Lanal TBA menerima informasi bahwa ada upaya penyelundupan TKI, dan petugas melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal-kapal mencurigakan yang melintas di perairan Bagan Asahan.

Dari hasil pemeriksaan awal, kapal nelayan tersebut tidak memiliki dokumen yang dinakhodai, Ponijan dan tiga orang ABK dengan muatan 44 orang terdiri dari 37 orang pria dan 7 orang wanita diduga adalah TKI ilegal yang akan diangkut menuju Malaysia.

Menurut pengakuan crew kapal bahwa 44 orang tersebut bertolak dari wilayah Tanjungbalai Asahan melalui agen “PT. TJ” dan mereka akan membawa TKI ilegal tersebut ke perairan Malaysia, kemudian akan dipindahkan ke kapal berbendera Malaysia (Metode Transhipment). [Ant]

Lihat juga...