Alami Gizi Buruk, Anak 4 Tahun Hanya Berbobot 10 Kilogram

Editor: Mahadeva

326

PURBALINGGA – Sebulan tidak makan nasi, Apri, balita berusia 4,5 tahun, kini hanya bisa tergolek lemah karena mengalami gizi buruk. Berat badan Apri menurun dratis, hanya tersisa 10 kilogram. Sementara untuk anak seusianya, berat badan normal adalah 20 kilogram.

Ayah Apri, Kusmiarto (36), warga Kabupaten Purbalingga mengatakan, anaknya sejak lahir sudah mempunyai kelainan, yaitu tidak mempunyai alat pembuangan. Usia lima hari, ia membawa Apri berobat ke Rumas Sakit Goeteng Purbalingga. Namun, kemudian oleh pihak RS, pasien dirujuk ke RS PKU Gombong, Kabupaten Kebumen. Pihak rumah sakit menyatakan, Apri harus dioperasi untuk pembuatan anus. Operasi dilakukan dua kali.

Operasi pertama dilakukan saat Apri masih berusia 25 hari. Usai operasi, Kusmiarto harus membawa anaknya kontrol ke RS PKU Gombong seminggu sekali.ʺSaya hanya kerja sebagai buruh lepas, untuk kontrol memang gratis, karena menggunakan BPJS, tetapi ongkos ke Kebumen itu mahal, sampai Rp400 ribu. Dan saya pernah sampai terlambat membawa anak saya kontrol karena tidak mempunyai biaya,ʺ tuturnya, Jumat (11/1/2019).

Setelah operasi, Apri bisa beraktivitas seperti biasa, sebagaimana anak normal lainnya. Namun, sebulan lalu, Dia mulai mengalami gangguan pada pencernaan. Apri tidak bisa makan. Setiap kali dipaksa makan, langsung dimuntahkan kembali dalam hitungan menit. Kondisi tersebut terjadi sampai satu bulan. ʺAwalnya demam, badannya panas dan tidak bisa makan, kalau makan langsung muntah, sampai kurus seperti sekarang dan berat badannya turun dratis,ʺ jelas Kusmiarto.

Apri merupakan anak bungsu dari pasangan Kusmiarto dan Misyati. Dua kakaknya, tumbuh normal dan sehat. Hanya Apri yang sejak bayi sudah sakit-sakitan.

Direktur Rumah Sakit Goeteng, dr Nonot Mulyono MKes mengatakan, riwayat kesehatan pasien, sejak lahir tidak mempunyai anus. Terkait gizi buruk yang dialami, dr Nonot menyebut, diagnosa awal, pasien mengalani gangguan usus yang bekerja sangat lamban. Hal ini menimbulkan gangguan pada pencernaan. Saat ini, pasien makan melalui infus.

ʺUntuk anak usia 4 tahun, berat badan normal 20 kilogram, tetapi pasien hanya 10 kilogram. Karena belum bisa makan, penangannya kita berikan makan melalui infus. Melihat kondisinya yang sudah seperti ini, sebenarnya kita sampaikan untuk di rujuk ke Rumah Sakit Margono Soekardjo Purwokerto, tetapi orang tua menolak, dengan alasan tidak mempunyai biaya untuk bolak-balik ke RS Margono di Purwokerto,ʺ tuturnya.

Baca Juga
Lihat juga...